|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

DUMAI – Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Produktivitas Pertanian Kota Dumai di MaxOne Hotel Dumai, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan yang diikuti perwakilan kelompok tani dari seluruh wilayah Kota Dumai tersebut dibuka langsung oleh Walikota Dumai H. Paisal.
Dalam sambutannya, Walikota menegaskan bahwa sektor pertanian memiliki posisi strategis dalam menopang ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi daerah di tengah pesatnya perkembangan industri dan pelabuhan di Kota Dumai.
“Pertanian bukan lagi sekadar pelengkap, melainkan penentu tegaknya ekonomi daerah. Pertumbuhan kawasan industri telah memicu ledakan permintaan pangan yang sangat besar di Kota Dumai. Ini peluang emas bagi petani kita,” ujarnya.
Walikota menilai, Dumai memiliki potensi besar menjadi pemasok pangan utama di wilayah Sumatera hingga membuka peluang ekspor hortikultura ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan produktivitas tidak dapat dicapai apabila pola pertanian masih dilakukan secara tradisional. Menurutnya, petani saat ini menghadapi berbagai tantangan mulai dari fluktuasi harga komoditas, tingginya biaya produksi, penurunan kesuburan lahan akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan, hingga rendahnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
Melalui kegiatan bimtek tersebut, Pemerintah Kota Dumai mendorong perubahan paradigma pertanian menuju sistem agribisnis modern berbasis teknologi dan pasar.
“Pertanian bukan lagi tentang cangkul dan lumpur, tetapi tentang teknologi, data, pengelolaan pasar, dan keberanian untuk berubah. Kita harus bertransformasi menjadi agripreneur modern,” katanya.
Walikota juga memaparkan arah pengembangan sektor pertanian di sejumlah wilayah strategis Kota Dumai. Kecamatan Bukit Kapur diarahkan sebagai sentra semangka dan palawija berbasis teknologi irigasi modern dan penggunaan mulsa.
Kecamatan Medang Kampai difokuskan pada pengembangan hortikultura seperti cabai, timun, nanas dan gambas melalui sistem greenhouse dan irigasi tetes. Sementara Kecamatan Sungai Sembilan diarahkan pada pengembangan sawit rakyat terintegrasi dengan peternakan.
Selain peningkatan produksi, pemerintah juga mendorong hilirisasi produk pertanian agar memiliki nilai tambah ekonomi lebih tinggi. Komoditas nanas misalnya, diharapkan tidak lagi hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi diolah menjadi produk turunan seperti keripik, jus, selai hingga dodol.
“Melalui hilirisasi, nilai jual produk pertanian bisa meningkat hingga dua kali lipat. Ini peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Elywarti SKM, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan bimtek tersebut dilaksanakan sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian di Kota Dumai sejalan dengan program dan kebijakan pemerintah daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.
Menurutnya, kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan kelompok tani dari berbagai kecamatan di Kota Dumai dengan harapan mampu meningkatkan kapasitas petani dalam pengelolaan usaha pertanian modern dan berkelanjutan.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani dalam mendukung program kebijakan pemerintah di sektor pertanian, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Elywarti.
Ia menambahkan, bimtek menghadirkan lima narasumber yang terdiri dari kalangan akademisi serta perwakilan perusahaan di Kota Dumai yang memiliki kompetensi di bidang pertanian dan agribisnis. Sementara moderator kegiatan dipercayakan kepada Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Dumai, Agus Winarno.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Dumai berharap terbangun sinergi antara pemerintah, petani, akademisi, dan dunia usaha dalam mewujudkan visi Dumai sebagai pusat pertanian modern dan agribisnis pesisir Sumatera. (inf)