|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

SELATPANJANG - Suasana duka menyelimuti sebuah keluarga di Jalan Diponegoro, Kelurahan Selatpanjang Kota, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) bernama Zafik Fakhri Pratama dilaporkan meninggal dunia setelah tertimpa reruntuhan tembok saat mengejar layang-layang putus, Senin (22/6/2026) siang.
Dari kronologi yang didapatkan, peristiwa terjadi di Jalan Amelia, tepatnya di belakang Masjid Agung Darul Ulum Selatpanjang. Saat kejadian, korban yang masih duduk di bangku kelas I SMP tersebut diketahui sedang bermain bersama beberapa temannya.
Seperti anak-anak seusianya, Zafik bersama rekannya berusaha mengejar layang-layang yang putus. Layang-layang tersebut diketahui tersangkut di sekitar bangunan rumah yang masih dalam tahap pengerjaan, sehingga membuat mereka berusaha memanjat untuk mengambilnya.
Namun, malang tak dapat ditolak. Saat teman korban memanjat bagian tembok bangunan yang belum selesai dibangun itu, struktur tembok diduga tidak mampu menahan beban sehingga tiba-tiba roboh dan seketika menimpa tubuh korban.
Benturan keras membuat Zafik langsung tidak sadarkan diri di lokasi kejadian. Teman-temannya yang panik berlarian untuk memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang tua korban dan warga sekitar.
Warga yang datang berusaha mengevakuasi tubuh korban dari timbunan reruntuhan. Namun saat berhasil diangkat, kondisi tubuh putra pasangan Andi dan Yuning itu sudah tampak membiru, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan keselamatannya.
Korban kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk mendapatkan pertolongan medis. Tim dokter dan tenaga kesehatan berupaya memberikan penanganan, namun nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan keterangan pihak rumah sakit, kematian korban diduga bukan disebabkan oleh pendarahan hebat. Korban diperkirakan mengalami tekanan cukup lama pada bagian dada akibat tertimpa reruntuhan tembok, sehingga menyebabkan gangguan fatal pada pernapasan dan organ vital.
Meski demikian, pihak keluarga memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. Setelah proses pemeriksaan selesai, jasad Zafik langsung dibawa pulang ke rumah duka untuk disemayamkan dan dimakamkan.
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Tebing Tinggi AKP J.A. Lubis, M.H., saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang pelajar SMP di Selatpanjang saat mengejar layang-layang.
Menyikapi kejadian tersebut, Polsek Tebing Tinggi langsung mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama saat bermain layang-layang.
"Kami mengimbau kepada seluruh orang tua agar selalu mengawasi dan mendampingi anak-anak ketika bermain layang-layang. Jangan sampai permainan yang seharusnya menjadi hiburan justru berujung musibah," kata AKP J.A. Lubis.
Ia mengingatkan agar anak-anak tidak mengejar layang-layang hingga berlari ke jalan raya yang ramai kendaraan karena dapat memicu kecelakaan lalu lintas. Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari bermain layang-layang di sekitar tiang listrik, gardu listrik maupun jaringan kabel listrik.*