|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan tidak ada anak yang putus sekolah hanya karena keterbatasan biaya maupun kuota sekolah negeri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi di 44 SMA dan SMK swasta yang tersebar di berbagai daerah di Riau.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto menegaskan, pemerintah hadir untuk menjamin setiap anak mendapatkan hak pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
"Pemerintah Provinsi Riau hadir untuk memastikan tidak ada anak Riau yang putus sekolah hanya karena terkendala biaya. Melalui jalur afirmasi di sekolah swasta, kita buka ruang seluas-luasnya bagi anak dari keluarga tidak mampu agar tetap bisa sekolah," ujar SF Hariyanto, Kamis (25/6/2026).
Program afirmasi ini memberikan kesempatan kepada calon peserta didik dari keluarga kurang mampu, penyandang disabilitas, serta siswa yang belum berhasil diterima pada pilihan terakhir sekolah negeri.
Menurut SF Hariyanto, data Badan Pusat Statistik (BPS) Riau tahun 2025 masih menunjukkan adanya lulusan SMP yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA maupun SMK akibat faktor ekonomi. Karena itu, keterlibatan sekolah swasta dinilai penting sebagai mitra pemerintah dalam memperluas akses pendidikan.
"Saya minta sekolah swasta tidak hanya berorientasi bisnis. Ayo kita sama-sama bertanggung jawab mencerdaskan anak bangsa. Jalur afirmasi ini adalah bentuk nyata gotong royong dunia pendidikan," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemprov Riau melalui Dinas Pendidikan akan memberikan tambahan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada sekolah swasta yang menerima peserta didik jalur afirmasi.
Bantuan tersebut akan diberikan selama tiga tahun masa pendidikan siswa, sehingga orang tua tidak lagi terbebani biaya sekolah.
"Kita berikan bantuan pendidikan melalui BOSDA selama tiga tahun pendidikan calon siswa tersebut. Jadi tidak ada lagi angka putus sekolah. Semua anak di Riau harus mendapatkan pendidikan yang setara sekaligus menyukseskan program prioritas nasional wajib belajar 13 tahun," jelasnya.
Pada SPMB Tahun Ajaran 2026, tersedia kuota sebanyak 2.179 siswa untuk jalur afirmasi di sekolah swasta, terdiri dari 424 kursi di SMA dan 1.755 kursi di SMK.
Program ini diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang belum mendapatkan bangku di sekolah negeri sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah Riau.*