|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PELALAWAN – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau Membangun Kampung 2026 menggelar pelatihan pembuatan dendeng daun ubi bagi masyarakat di Kelurahan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Kamis (16/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemanfaatan potensi pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Pelatihan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Indra Kuswoyo, S.T., M.T. tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK dan masyarakat setempat. Selain mendapatkan penjelasan mengenai proses pembuatan dendeng daun ubi, peserta juga mempraktikkan secara langsung setiap tahapan pengolahan hingga menghasilkan produk yang siap disajikan.
Pelatihan ini memperkenalkan inovasi dalam pemanfaatan daun ubi. Jika selama ini masyarakat umumnya hanya memanfaatkan pucuk daun muda sebagai sayuran, melalui teknik pengolahan yang diperkenalkan mahasiswa, daun muda, daun sedang, hingga daun yang lebih tua dapat diolah menjadi dendeng dengan cita rasa gurih dan tekstur yang lembut. Inovasi tersebut juga mendorong pemanfaatan tanaman ubi secara lebih optimal sehingga mengurangi bagian yang terbuang.
Selain praktik pembuatan dendeng, mahasiswa turut memberikan edukasi mengenai teknik pengemasan yang menarik, pentingnya menjaga kualitas produk, serta peluang pemasaran agar olahan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha rumahan yang memiliki nilai tambah.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau Membangun Kampung 2026, yakni M. Faddillah Arrahman, I Ketut Wiriadi, Pinkan Cania, Nabilah Hasibuan, Melda Juliani, Regia Reha Datul, Mutiara Sherly, Muhammad Ikhsan, Novira Ramadhani, dan Etalia Asso.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Banyak peserta aktif berdiskusi dan mengajukan pertanyaan mengenai proses pengolahan serta peluang pengembangan produk. Bagi sebagian besar peserta, dendeng daun ubi merupakan inovasi yang baru karena memanfaatkan bahan baku yang mudah diperoleh dengan proses pembuatan yang relatif sederhana serta memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan daerah.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau berharap masyarakat semakin terdorong untuk memanfaatkan sumber daya lokal secara kreatif sehingga mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pemberdayaan berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan usaha masyarakat, serta Tujuan 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) dengan mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi produk yang bernilai tambah.*