|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

KAMPAR – Melalui program Direktorat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (DPPM) KDIKTISAINTEK tahun 2026 Dosen Universitas Riau (Prof. Dr. Erwin, M.Sc, Prof. Dr. Saryono, M.Si dan Dr. Anhar, M.T) menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Riau khususnya di SMAN 4 Siak Hulu Provinsi Riau dimulai pada bulan Juni sampai Agustus 2026. Kegiatan PKM diikuti oleh guru-guru IPA SMA Negeri 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar yang jumlahnya 11 orang dengan tema
Pembuatan Iron Sand Separator Untuk Meningkatkan Pemahaman Guru Guru IPA SMA Negeri 4 Siak Hulu Tentang Kemagnetan.
Kegiatan ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4: Pendidikan Berkualitas, yaitu: Peningkatan Pemahaman Konsep Kemagnetan dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) bagi guru-guru IPA SMA N.4 Siak Hulu.
Kegiatan ini melibatkan 3 dosen dan 2 orang mahasiswa Universitas Riau, yang secara langsung berbagi ilmu dalam bidang kemagnetan dan aplikasi iron sand separator (ISS) untuk memisahkan partikel oksida besi dan non oksida besi dari pasir alam di sekitar sekolah seperti Sungai Kampar dan Logas.
Acara PKM dibuka secara resmi oleh kepala SMA N.4 Siak Huku Kabupaten Kampar, Juprizon. S,Pd, MM. Dalam sambutanya beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi pada dosen Pengabdi dari FMIPA dan FT Universitas Riau dalam meningkatkan kompetensi guru dibidang Fisika, Kimia dan elektro. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru guru IPA yang akhirnya mampu mentransfer ilmunya kepada siswa dan dapat menghasilkan lulusan SMA yang unggul. Sementara itu, Ketua PKM FMIPA-FT Universitas Riau di SMA NEG.4 SIAK HULU, Prof. Dr. Erwin, M.Sc menegaskan bahwa PKM merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Pada program PKM ini, dosen menyampaikan materi PKM seperti teori kemagnetan, teori tentang ISS, prinsip kerja ISS, teori tentang oksida besi, kemudian diikuti oleh percobaan menggunakan alat ISS yang telah dibuat di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Unri. Alat ini kemudian diserahkan ke SMA Negeri 4 Siak Hulu Sebagai media pembelajaran di bidang fisika khususnya bidang kemagnetan.
"Peningkatan kompetensi guru merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan pembelajaran fisika yang lebih menarik, dan berkualitas. Kami berharap melalui kegiatan ini terjadi kerja sama antara Universitas Riau dengan SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar," ujar Prof. Erwin.
Kepala SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar, Bapak Juprizon, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih karena guru guru IPA disekolahnya dipilih sebagai mitra pada kegiatan PKM tersebut.
"Ini merupakan kegiatan PKM yang sangat baik bagi SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar dalam peningkatan kualitas guru guru IPA sebagi mitra PKM UNRI. Kami berterimakasih karena dapat memfasilitasi kegiatan yang dihadiri oleh Tim PKM FMIPA -FT Universitas Riau.
Semoga kegiatan PKM ini terus berlanjut untuk PKM lainnya supaya pengajaran IPA dikelas makin diminati oleh pesrta didik khususnya kelas XII," ungkapnya.
Selama kegiatan PKM ini berlangsung, para guru guru IPA SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar sebagai mitra PKM FMIPA-FT Unri mendapatkan teori tentang iron sand separator (ISS), prinsip kerja ISS, kemagnetan dan oksida besi dari pasir alam disekitar sekolah seperti Sungai Kampar dan Logas yang nantinya dapat diterapkanketika pengajaran Fisika di kelas.
Selain pemberian teori dalam kegiatan PKM ini, Tim PKM Unri menyerahkan sebuat alat pemisah antar oksida besi dan non oksida besi yaitu iron sand separator kepada SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar untuk dapat digunakan oleh siswa dalam memahami konsep kemagnetan sehingga membuka wawasan siswa mengenai kemagnetan di bidang sains dan teknologi.
Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini mendapat respons yang sangat positif ditandai dengan jumlah kehadiran yang baik sekali bagi mitra. Para guru guru sebagai mitra mengaku memperoleh banyak tambahan pengetahuan baru tentang ISS dan kemagnetan yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah. Diharapkan guru guru IPA di sekolah ini dapat mentransfer iilmu yang diperoleh selama kegiatan PKM ini kepada para siswa, sehingga siswa semakin termotivasi untuk mempelajari sifat kemagnetan bahan secara umum dan termotivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi khususnya ilmu Fisika.
Melalui kegiatan ini, tim PKM FMIPA-FT Universitas Riau kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kemitraan Masyarakat (PKM) dengan SMA Neg. 4 Siak Hulu Kabupaten Kampar.
Kegiatan PKM diantaranya pemaparan materi teori tentang ISS, prinsip kerja ISS, teori kemagnetan dan oksida besi serta non oksida besi dari pasir alam disekitar sekolah (Sungai Kampar dan Logas).*