|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memperkuat koordinasi lintas sektor untuk mempercepat pemenuhan imunisasi anak melalui Bulan Imunisasi Kejar Nasional yang akan dilaksanakan sepanjang Oktober 2026.
Program tersebut menyasar anak yang belum mendapatkan imunisasi maupun yang belum melengkapi imunisasi sesuai usianya. Upaya ini dilakukan untuk memastikan tidak ada anak yang terlewat dari pelayanan imunisasi, termasuk mereka yang masuk dalam kategori zero dose.
Kepala Seksi (Kasi) Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Patricia, mengatakan keberhasilan program tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, kader, pemerintah desa dan kelurahan, sekolah, hingga masyarakat.
"Tujuan kita bersama meningkatkan pemahaman dan kesiapan kabupaten/kota serta fasilitas pelayanan kesehatan untuk menyelenggarakan Bulan Imunisasi Kejar Nasional pada Oktober 2026," ujar Patricia dalam pertemuan yang digelar secara virtual, Kamis (24/9/2026).
Menurutnya, penguatan koordinasi menjadi penting untuk memastikan sasaran imunisasi dapat ditemukan dan dijangkau, terutama anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi atau belum memperoleh imunisasi secara lengkap.
Patricia menyebutkan, berdasarkan data yang dipaparkan, masih terdapat risiko anak zero dose di Provinsi Riau. Pada 2026, jumlah anak yang berisiko tersebut diperkirakan mencapai 31.909 anak.
Data tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan langkah intervensi melalui Bulan Imunisasi Kejar Nasional. Petugas di lapangan didorong aktif melakukan penelusuran dan pendataan terhadap anak yang belum mendapatkan imunisasi.
"Ini mari bersama kita temukan anak-anak zero dose, kita lakukan pendataan, pelayanan, kemudian kita lengkapi imunisasinya," katanya.
Selain penjangkauan sasaran, pencatatan dan pelaporan pelayanan juga menjadi perhatian. Setiap pelayanan imunisasi yang diberikan nantinya dicatat dan dilaporkan secara real-time melalui Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK).
Patricia mengatakan luas wilayah dan kondisi geografis Riau menjadi salah satu tantangan dalam memperluas akses pelayanan imunisasi. Karena itu, pendekatan lintas sektor diperlukan agar anak yang berada di wilayah sulit dijangkau tetap mendapatkan pelayanan.
Pemerintah kabupaten/kota bersama fasilitas pelayanan kesehatan didorong memperkuat strategi penjangkauan hingga tingkat desa, kelurahan, sekolah, dan keluarga.
Melalui Bulan Imunisasi Kejar Nasional, Pemprov Riau menargetkan pelaksanaan imunisasi tidak hanya berfokus pada pelayanan di fasilitas kesehatan, tetapi juga memastikan anak-anak yang selama ini belum terjangkau dapat ditemukan, dilayani, dan dilengkapi status imunisasinya.*