Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Trump Sempat Perintahkan Serang Iran Lalu Membatalkannya
dunia | Senin, 30 November -0001 | 00:00:00 WIB
Editor : wisly | Penulis : republika
Donald Trump

NEW YORK - Media The New York Times dan kantor berita Associated Press melaporkan, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memerintahkan serangan ke Iran pada Kamis (20/6/2019) malam tetapi membatalkan operasi tersebut ketika pasukan sudah siap untuk menyerang.
 
Seorang pejabat senior mengatakan kepada The New York Times bahwa Trump menyetujui serangan terhadap sejumlah fasilits Iran seperti radar dan baterai rudal.

Menurut laporan itu, operasi pembalasan atas penembakan pesawat tak berawak atau drone AS sudah dalam tahap awal, dengan pesawat di udara dan kapal laut berada di posisi menyerang ketika perintah untuk membatalkan operasi datang.

The New York Times mengatakan tidak jelas apakah Trump "hanya mengubah pikirannya pada serangan itu atau apakah pemerintahannya mengubah arah karena logistik atau strategi. Juga tidak jelas apakah serangan itu mungkin masih berlanjut".

Baca :

Laporan ini muncul ketika ketegangan terus meningkat setelah Iran menembak jatuh drone AS di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang telah menjadi lokasi serangan terhadap tanker minyak, baru-baru ini.

AS, yang meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran, menyalahkan Iran atas serangan itu, klaim yang ditolak oleh Pemerintah di Teheran.

Seorang jenderal Iran memeringatkan bahwa negaranya "sepenuhnya siap untuk perang" setelah militernya mengunggah rekaman video dramatis yang menunjukkan, apa yang disebut mereka sebagai, momen ketika drone ditembakkan ke langit.

Video tersebut menunjukkan rudal darat-udara yang diluncurkan dan ledakan di langit.

"Kami tak memiliki niat untuk berperang dengan negara mana pun, tetapi kami sepenuhnya siap untuk perang," kata Jenderal Hossein Salami dalam pidato yang disiarkan televisi.

Pemerintahan Trump menggabungkan upaya "penekanan maksimum" dari sanksi ekonomi dengan penumpukan pasukan Amerika di wilayah tersebut.

Sementara Iran menggambarkan jatuhnya drone itu sebagai pertahanan yang disengaja atas wilayahnya ketimbang sebuah kesalahan. Di sisi lain, AS mengatakan pesawat tak berawak itu ditembak jatuh di wilayah udara internasional.

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) telah mengeluarkan perintah darurat yang melarang maskapai penerbangan AS terbang di wilayah udara yang dikontrol Iran karena meningkatnya ketegangan.

Seorang juru bicara Qantas mengatakan maskapai itu juga menyesuaikan jalur penerbangan di Timur Tengah untuk menghindari Selat Hormuz dan Teluk Oman sampai pemberitahuan lebih lanjut.

 Bryce Wakefield, direktur eksekutif Institut Hubungan Internasional Australia, mengatakan penting untuk dicatat bahwa kedua pihak telah menggunakan beberapa "bahasa rekonsiliasi yang melekat dalam ketegangan di antara mereka".

"Apa yang tampak saat ini adalah bahwa kedua belah pihak berusaha terlihat tangguh sambil mencoba mengirimi mereka pesan bahwa mungkin ada beberapa jalan keluar dari ini," kata Dr Wakefield.

"Iran telah mengatakan bahwa mereka tak ingin berperang, tetapi siap jika diperlukan."

"Trump sudah goyah antara apa yang tampaknya seperti memerintahkan perang dan kemudian mundur, dan juga membuat beberapa gestur rekonsiliasi."

Namun, ia mengatakan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, telah menetapkan "batasan yang sangat jelas", dan itu adalah AS akan berperang ketika seorang pasukan AS diserang dan kehilangan nyawanya.

"Pesan itu memberi ruang bagi Iran untuk bermanuver ... hingga batasan itu, yang menimbulkan kejengkelan, tetapi juga memberi tahu Iran kapan harus berhenti," katanya.

Perkembangan terakhir ini terjadi kurang dari seminggu setelah AS menuduh Iran menyerang dua kapal tanker minyak, yang mendorong Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman meminta masyarakat internasional untuk mengambil "sikap tegas" terhadap Iran.

Iran juga mengancam akan mematahkan batas cadangan uranium yang ditetapkan melalui kesepakatan nuklir Teheran dengan kekuatan dunia.

Kesepakatan 2015 yang penting ini terus merosot sejak pemerintahan Trump menarik diri dari kesepakatan tahun lalu dan menerapkan kembali sanksi ekonomi yang keras terhadap Iran, membuat ekonomi negara itu jatuh bebas.

Pada hari Kamis (20/6/2019), Iran menyebut sanksi itu sebagai "terorisme ekonomi", bersikeras drone itu telah menyerang wilayah udaranya dan mengatakan sedang membawa kasusnya ke PBB dalam upaya untuk membuktikan bahwa AS berbohong tentang pesawat yang terbang di atas perairan internasional.

Ia melayangkan tuduhan terhadap AS atas "tindakan yang sangat berbahaya dan provokatif".*

 

Terbaru
sportainment
Tersingkir Dari Piala FA, MU Hampir Dipastikan Tanpa Gelar Musim Ini
Senin, 12 Januari 2026 | 10:27:17 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Hujan Ringan
Senin, 12 Januari 2026 | 09:23:43 WIB
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum