|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) menggelar tasyakuran milad ke-17 sekaligus milad 116 tahun hijriyah Muhammadiyah, Kamis (6/6/25). Di sela kegiatan juga dilakukan penyerahan santunan kepada 80 anak yatim dilingkungan sekitar kampus.
Dalam kegiatan tersebut, Rektor Umri, Dr Saidul Amin, berhalangan hadir dan diwakilkan oleh Wakil Rektor III Umri, Jufrizal Syahri, karena beliau sedang menjalankan tugas untuk membawa nama besar Umri di level internasional, yakni negara New Zealand.
Di kesempatan itu, Jufrizal Syahri, mengatakan, angka 17 adalah luar biasa bagi anak muda. Sering disebut sweet seventeen. Angka dimana anak muda beralih dari remaja menjadi dewasa.
"Ini juga menandakan Umri tengah berproses menuju kemajuan," ujar Jufrizal.
Kegiatan ini, terang Warek III Umri ini, sejalan dengan tema milad tahun ini yaitu kolaborasi. Umri ingin menjadi perguruan tinggi yang terasa manfaatnya bagi bangsa dan negara. Termasuk kepada warga yang tinggal di sekitar kampus Umri, serta anak yatim dari sejumlah panti asuhan. "Kita berharap, semua kalangan masyarakat turut merasakan perkembangan Umri, " lanjutnya lagi.
Jufrizal berharap, setiap perkembangan dan kemajuan Umri, ada doa yang dipanjatkan oleh semua pihak. Sehingga keberadaan Umri lebih dirasakan lagi manfaatnya bagi semua pihak.
Terkait penyerahan santunan, ia berharap gerakan berbagi ini tidak dilihat dari nilainya. Namun, bagaimana syukur atas milad Umri dan Muhammadiyah dirasakan bersama-sama.
Sementara Kepala BPH Umri, Prof Nazir Karim, mengatakan, umur persyarikatan Muhammadiyah telah memasuki 116 tahun hijriyah. Peringatannya bersamaan dengan tasyakuran milad ke-17 Umri.
Sebagai BPH, ia mengucapkan tahniah. Dia mengaku senang karena rangkaian milad dimulai dengan aksi penyerahan santunan kepada anak-anak yatim.
Rasa syukur ini juga bentuk mengingat perjuangan pembentukan Umri. Mulai dari akademi-akademi hingga akhirnya bisa melebur menjadi universitas.
"Alhamdulillah, kemajuan demi kemajuan yang sudah diperjuangan dengan sedemikian rupa, Umri telah sampai di tahap membanggakan," sebutnya.
Sedangkan, Sutarmo selaku Pimpinan Wilayah Muhammadiyah menilai milad ke-17 ini merupakan hasil dari kalimat thayyibah yang pernah dilontarkan pimpinan wilayah Muhammadiyah ketika Umri baru direncanakan.
"Bukan sekadar kata-kata tapi juga disertai perbuatan baik. Kemudian perbuatan itu tumbuh bagaimana suatu pohon yang kuat menghujam di bumi. Lalu tumbuh menjulang ke langit," ungkapnya.
Kalimat thayyibah itu kini sudah diberi buah oleh Allah yang dapat dinikmati semua. Maka, kewajiban Umri tiap tahun adalah harus memberikan manfaat bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Terutama bagaimana alumni Umri bisa bermanfaat bagi masyarakat.
Sutarmo yakin, setelah memasuki sweet seventeen, Umri dapat bergerak lebih laju. Karenanya, PWM menyampaikan tahniah atas milad Umri. Dia berharap, Umri dapat membawa manfaat bagi dunia. **