Jul 2026
19

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Simpatisan Dua Anggota Dewan Baku Hantam di DPRD Riau
politik | Jumat, 17 Juli 2026 | 02:09:00 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Riau yang berlangsung di Gedung DPRD Riau, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Kamis (16/7/2026), berujung ricuh.

Bentrokan yang diduga melibatkan pendukung dua anggota DPRD Riau itu kini dalam penyelidikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kericuhan diduga dipicu perselisihan antara Wakil Ketua DPRD Riau, Parisman Ihwan, dan Ketua Komisi V DPRD Riau, Indra Gunawan Eet. Ketegangan di antara keduanya disebut telah terjadi saat rapat berlangsung.

Baca :

Meski situasi sempat mereda, perselisihan kembali memanas setelah rapat berakhir sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah orang yang diduga merupakan pendukung atau simpatisan dari kedua belah pihak berdatangan hingga terjadi adu mulut yang berujung aksi saling dorong dan baku hantam.

Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sempat tidak terkendali. Seorang pria dilaporkan terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri setelah menerima beberapa pukulan.

Kericuhan akhirnya berhasil diredam oleh sejumlah anggota DPRD Riau yang masih berada di lokasi bersama petugas pengamanan internal.

Dalam insiden tersebut, seorang petugas keamanan internal DPRD Riau berinisial AI turut menjadi korban saat berupaya melerai bentrokan. Ia mengalami luka sobek di bagian kepala dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga Kamis malam, baik Parisman Ihwan maupun Indra Gunawan Eet belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Partai Golkar Riau juga belum menyampaikan sikap atas peristiwa yang melibatkan dua kadernya itu.

Sementara itu, Sekretaris DPRD Riau, Renaldi, memastikan pihaknya akan melaporkan kericuhan tersebut kepada kepolisian agar diproses sesuai ketentuan hukum. DPRD Riau juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan gedung.

"Kami tidak menyangka ada oknum yang membuat kerusuhan. Kami akan melaporkan ke pihak berwajib dan melakukan evaluasi ke depan, terutama terkait pengamanan Gedung DPRD Riau," ujar Renaldi.

Ia menjelaskan bahwa perdebatan dalam forum rapat merupakan dinamika yang lazim terjadi di lembaga legislatif.

"Kalau dalam rapat terjadi perdebatan, saya rasa itu hal yang biasa. Dinamika politik antaranggota DPRD memang sering terjadi," katanya.

Namun, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang justru memicu kericuhan setelah rapat selesai.

"Kami tidak mengenali pelaku yang membuat rusuh ini," tambahnya.

Polda Riau Kumpulkan Bukti dan Rekaman CCTV

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Riau, AKBP Roy Noor, mengatakan pihaknya bersama personel Polresta Pekanbaru langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan adanya keributan.

"Kami mendapat laporan adanya keributan di Kantor DPRD Provinsi Riau. Kami bersama Polresta Pekanbaru langsung menuju lokasi. Saat tiba, situasi sudah kondusif," ujarnya.

Saat ini, penyidik masih memfokuskan penyelidikan pada pengumpulan alat bukti, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan video yang merekam peristiwa tersebut.

"Sementara ini kami bersama Polresta Pekanbaru mengumpulkan bukti-bukti berupa rekaman maupun CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian," katanya.

Menurut Roy, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab maupun motif bentrokan karena seluruh informasi yang beredar masih harus diverifikasi melalui proses penyelidikan.

"Untuk modus maupun motif kejadian masih kami dalami. Informasi yang beredar di media sosial tentu akan kami cocokkan dengan hasil penyelidikan. Kami juga menunggu apabila ada laporan polisi dari korban ataupun pihak tertentu, sembari seluruh barang bukti kami lengkapi," jelasnya.

Hingga Kamis malam, penyidik juga belum memeriksa para saksi karena masih fokus mengamankan barang bukti.

"Untuk dimintai keterangan saat ini belum ada. Kami baru bertemu dengan pihak pengamanan internal DPRD. Selanjutnya saksi-saksi yang berada di lokasi akan kami mintai keterangan," ujarnya.

Roy menambahkan, petugas keamanan internal berinisial AI yang mengalami luka di kepala juga belum dapat dimintai keterangan karena masih menjalani perawatan di rumah sakit.

"Korban masih di rumah sakit. Kami belum bisa meminta keterangannya dan juga belum dapat memastikan apakah luka tersebut akibat pukulan atau benda tumpul," katanya.

Terkait identitas pihak yang terlibat dalam bentrokan, Roy menyatakan penyidik masih melakukan pendalaman.

"Pendalaman masih kami lakukan bersama Polresta Pekanbaru. Informasi yang sudah terverifikasi pasti akan kami sampaikan kemudian," pungkasnya.*

Terbaru
Artikel Popular
politik
hukum
Nasional
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah...
Senin, 13 Juli 2026 | 20:16:32 WIB