|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, kembali mencatat sejarah. Perhelatan budaya yang sudah berusia 125 tahun itu berhasil menarik 1,6 juta pengunjung selama gelaran, dengan lonjakan signifikan dari wisatawan mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat, menyebut angka tersebut melampaui ekspektasi. "Kunjungan selama event digelar ada 1,6 juta lebih. Angka ini sangat signifikan, khususnya untuk kunjungan wisatawan mancanegara," ungkapnya, Rabu (27/9/2025).
Tahun ini, tercatat 1.374 wisatawan asing hadir langsung menyaksikan Pacu Jalur. Jumlah melonjak drastis dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya puluhan orang.
Wisatawan datang dari berbagai penjuru dunia, seperti Nigeria, Maroko, Turki, Slovenia, Brasil, Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.
"Fenomena ini tak lepas dari promosi masif, terutama lewat media sosial, yang berhasil menembus audiens global," ujarnya.
Salah satu yang terkesan adalah Amoge Ezike (28), asal Nigeria, yang datang bersama empat sahabatnya, yakni Walaa Boughabi (21) dari Maroko, Elif Leyal (21) dari Turki, Vesna Polanec (23) dari Slovenia, dan Lara Vervloet Carvalho (28) dari Brasil. Mereka mengaku tertarik hadir setelah melihat video Pacu Jalur yang viral.
"Kami sebenarnya ada kegiatan di Pekanbaru. Lalu tertarik ke Kuansing setelah melihat viral anak-anak menari di atas perahu. Tarian itu punya aura yang memukau," ujar Amoge.
Tak sekadar menonton, mereka juga mencoba langsung menaiki perahu panjang berukuran 35 meter yang menjadi ikon utama Pacu Jalur. "Kami sudah keliling dan mencoba semua yang ada. Termasuk naik perahu yang difasilitasi penyelenggara. Rasanya luar biasa," tambahnya.*