|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Upaya percepatan pemulihan pascabencana di jalur vital Padang–Padang Panjang–Bukittinggi terus digenjot. PT Hutama Karya (Persero) bersama anak usahanya, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), telah mengerahkan kekuatan penuh untuk memperbaiki kerusakan parah yang terjadi akibat bencana hidrometeorologi yang memutus akses utama Lembah Anai.
Sejak terjadinya bencana, Hutama Karya dan HKI menurunkan puluhan alat berat dan material konstruksi ke sejumlah titik terdampak. Penanganan difokuskan di ruas Jalan Nasional Padang Panjang–Sicincin KM 61+600 hingga KM 67+400, termasuk segmen kritis Lembah Anai. Di KM 63+500 yang sempat terputus akibat banjir, pekerjaan darurat kini tengah dikebut.
Mulai Senin (8/12/2025), hasil penanganan sementara memungkinkan dilakukannya uji coba pembukaan jalan bagi kendaraan roda dua. Uji coba berlangsung pada 8–10 Desember 2025, dibuka dua sesi setiap hari, yakni pukul 06.00–08.00 WIB dan 16.30–18.30 WIB. Pembukaan dilakukan dengan pengawasan ketat atas kondisi badan jalan serta mempertimbangkan faktor keselamatan dan cuaca.
Ke depan, rekonstruksi jalan akan kembali dipacu agar jalur ini dapat dilalui kendaraan roda empat secara terbatas, setelah evaluasi teknis memastikan kelayakan dan keamanannya.
Terputusnya jalur Lembah Anai dalam beberapa waktu terakhir membuat masyarakat harus memutar jauh melalui jalur alternatif yang padat dan memakan biaya lebih besar. Uji coba pembukaan akses untuk roda dua diharapkan dapat mengurangi beban warga serta memperlancar distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan di wilayah Padang–Padang Panjang–Bukittinggi.
Pembukaan bertahap juga menjadi sinyal pulihnya konektivitas utama Sumatra Barat yang selama ini menjadi nadi pergerakan masyarakat dan perdagangan antarwilayah.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menegaskan bahwa pemulihan jalur Lembah Anai menjadi prioritas utama perusahaan.
"Jalur Lembah Anai direncanakan dapat dilalui secara terbatas oleh kendaraan roda empat pada pertengahan Desember mendatang. Kami ingin memastikan masyarakat segera merasakan manfaat pemulihan akses ini," ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh proses terus dikoordinasikan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatra Barat, pemerintah daerah, serta aparat kepolisian.
Dengan kolaborasi lintas lembaga dan percepatan konstruksi di lapangan, diharapkan jalur vital Padang–Padang Panjang–Bukittinggi segera kembali berfungsi normal dan mendukung kebangkitan aktivitas sosial serta ekonomi masyarakat.*