|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) dan masa Ta'aruf (MASTA) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) tahun akademik 2025/2026 mengangkat tema "Transformasi mahasiswa baru tumbuh, tangguh, dan berdampak". Kegiatan yang diikuti 3.061 mahasiswa baru ini berlangsung di halaman Kampus utama UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Senin (15/9/25).
Selain Rektor UMRI, Dr H Saidul Amin, para wakil rektor (warek), dekan, dosen, dan civitas UMRI lainnya, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman MKes, SpS, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau, Ketua BPH Umri, Prof Nazir Karim, hingga perwakilan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
Dalam sambutannya, Rektor UMRI, Saidul Amin, mengatakan, sebanyak 3.061 mahasiswa baru tahun ini merupakan jumlah penerimaan yang terbanyak sejak kampus ini berdiri. Dari jumlah itu ada sekitar 200 orang adalah mereka non muslim.
"Umri terbuka untuk siapa saja, tidak hanya yang beragama Islam tetapi juga untuk yang beragama lain. Kita tetap berupaya Muhammadiyah adalah dari umat untuk semesta dan menampilkan sosok rahmatan lilalamin," ujar Saidul Amin.
Dan Alhamdulillah lagi, terang Rektor UMRI ini, para mahasiswa baru ini tidak hanya berasal dari dalam Provinsi Riau saja, namun mereka datang dari 15 provinsi di Indonesia. "Bahkan ada yang merupakan mahasiswa internasional, berasal dari negara Nigeria, Kamboja, Filipina, dan Kenya," kata Saidul Amin.
Saidul Amin menekankan bahwa konsep pembinaan mahasiswa UMRI berbeda dengan kampus lain. Ada tiga komponen penting yang akan diasah, diasuh, dan diasih: yakni head (kepala) untuk ilmu pengetahuan, heart (hati) untuk iman dan ideologi, serta hand (tangan) untuk keterampilan.
Rektor juga menambahkan, dengan meningkatnya jumlah mahasiswa, dinamika kampus semakin bertambah. Karena itu, UMRI terus menyempurnakan berbagai fasilitas, mulai dari rumah sakit, ruang pusat manajemen, auditorium, one stop laboratorium, ruang perkuliahan, hingga hutan kota kampus.
Mahasiswa baru didorong untuk tidak hanya memiliki kapasitas lokal, tetapi juga berpola pikir global. “Setelah lulus, mereka harus bisa menyelesaikan masalah, bukan menjadi bagian dari masalah,” sebut Saidul Amin.
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman mengatakan, melalui pendidikan, Muhammadiyah selalu berkomitmen mempersiapkan generasi pemimpin bangsa. Ia menyinggung sejumlah tokoh nasional yang berasal dari lingkungan Muhammadiyah, mulai dari Jenderal Sudirman hingga Ir Juanda.
"UMRI saat ini tengah menuju akreditasi unggul yang masuk dalam 20 kampus Muhammadiyah terbaik di Indonesia. Makanya, jadikan UMRI sebagai tempat versi terbaik bagi kalian (mahasiswa baru) dalam meraih cita-cita. Kini dibutuhkan orang hebat yang tidak saja dijalur indeks prestasi, sebab di dunia kerja juga perlu soft skill dan terpenting karakter (nilai kejujuran)," kata Agus.
Sedangkan Ketua PBH UUMRI, Prof Nazir Karim juga menambahkan, meningkatnya jumlah mahasiswa baru menjadi bukti semakin besarnya kepercayaan masyarakat kepada UMRI. “Apalagi dengan hadirnya mahasiswa internasional, UMRI makin punya nilai plus untuk menuju kampus yang mengglobal,” pungkasnya.
Menariknya pelaksanaan PKKMB dan Masta UMRI kali ini berbeda dari tahu-tahun lalu, di mana masing-masing civitas UMRI mulai dari rektor, warek, dekan, ketua prodi, dan para pegawai mengenakan pakaian adat se-Indonesia, dan diakhir acara diumumkan pemenang baik adat terbaik.**