Jul 2026
10

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Diserang Harimau Saat Panen Damar, Warga Inhu Selamat dari Maut
inhu | Rabu, 22 Oktober 2025 | 19:03:10 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU — Seorang warga Dusun Nunusan, Desa Rantau Langsat, Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Provinsi Riau, mengalami luka serius akibat serangan dua ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) pada Senin (20/10/2025) sekitar pukul 09.00 WIB.

Korban bernama Butet (27). Korban diserang saat sedang memanen damar di sekitar Sungai Balam, yang termasuk dalam Zona Tradisional Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT), habitat alami Harimau Sumatera.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka di pergelangan kaki kiri dan lutut kanan, dan saat ini tengah menjalani perawatan di RSUD Indrasari Rengat.

Baca :

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, membenarkan kejadian tersebut dan menjelaskan kronologi serta langkah penanganan yang telah dilakukan oleh pihaknya.

“Korban diserang oleh dua ekor Harimau Sumatera. Diduga, harimau dewasa sedang melatih anaknya berburu. Serangan terjadi saat korban sedang mengambil damar di kawasan tradisional TNBT,” ujar Supartono dalam keterangan tertulis, Rabu (22/10/2025).

Menurut informasi yang dihimpun, sebelum diserang, korban sempat mendengar suara harimau, namun mengabaikannya karena sudah terbiasa. 

Akibat kejadian itu, Harimau dewasa menggigit kaki kiri korban, sementara anak harimau menyerang lutut kanannya. Korban berhasil lolos setelah memukul bagian kepala anak harimau, yang membuat induknya melepaskan gigitan.

Meski dalam kondisi terluka, korban masih mampu berjalan kaki kembali ke dusun. Ia tiba di Desa Rantau Langsat sekitar pukul 12.30 WIB, setelah sebelumnya dibantu warga sekitar. 

Korban sempat dirawat di Puskesmas Siberida pada pukul 14.30 WIB. Kemudian, korban dirujuk ke RSUD Indrasari Rengat sekitar pukul 15.30 WIB.

Supartono menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan pengelola TNBT dan menurunkan tim ke lokasi serta menjenguk korban dan keluarganya.

“Kami telah memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di dalam atau sekitar kawasan konservasi. Area tersebut merupakan habitat alami Harimau Sumatera, dan interaksi negatif dapat terjadi jika kewaspadaan tidak dijaga,” kata Supartono.

Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga jarak aman dengan satwa liar serta mendukung upaya pelestarian harimau yang kini terancam punah.

Ia menyatakan, BBKSDA Riau terus memantau kondisi di lapangan dan akan menindaklanjuti kejadian ini sesuai dengan prosedur konservasi dan perlindungan satwa liar.*

 

 

Terbaru
华 闻
HPT Rohil Rayakan HUT ke-22 dan Lantik...
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:40:09 WIB
Enam Tatung Meriahkan HUT Dewa Oho Thua Jiong...
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:52:46 WIB
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
Artikel Popular
1
2
politik
Legislator Dorong Meranti Masuk RUU Daerah...
Kamis, 9 Juli 2026 | 20:30:06 WIB
hukum
Nasional