|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

Tentang Tas Warna Biru, Gubri Abdul Wahid Tiba di KPK untuk Diperiksa
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Gubernur Riau, Abdul Wahid dan 7 orang lainnya ke Jakarta. Mereka tiba di Gedung Merah Putih KPK, Selasa pagi (4/11/2025) sekira pukul 09.40 WIB.
"Pagi ini 8 orang yang diamankan sudah tiba di gedung Merah Putih KPK," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Abdul Wahid terlihat mengenakam kaus warba putih, celana hitam dan masker. Ia menjinjing tas warna biru.
Rombongan tiba dengan pengawalan ketat petugas KPK dan aparat kepolisian. Terlihat juga Kepala Dinas PUPR Riau Muhammad Arif Setiawan
Abdul Wahid dan 7 orang lainnya diterbangkan dari Bandara Suktan Syarif Kasim II Pekanbaru menggunakan pesawat kormesil pada pukul 06.10 WIB.
Sebelum diterbangkan ke Jakarta, Abdul Wahid dan lainnya menjalani pemeriksaan di Pekanbaru. Sempat beredar kabar, orang nomor satu di Provinsi Riau itu diperiksa di gedung Satuan Brimob Polda Riau.
Sesampai di gedung KPK, Abdul Wahid dibawa petugas ke ruang pemeriksaan. "Masih akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut," kata Budi.
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Riau pada Senin (3/11/2025) siang.
Dalam operasi tersebut, KPK mengamankan 10 orang, terdiri dari penyelenggara negara dan pihak swasta, termasuk Gubernur Riau Abdul Wahid.
Budi belum membeberkan secara rinci konstruksi perkara. “Informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pemeriksaan awal selesai,” ujarnya.
Dari informasi sementara, OTT tersebut diduga terkait dengan praktik korupsi di lingkungan Dinas PUPR Riau.
Selain Abdul Wahid, KPK mengamankan Kepala Dinas PUPR Riau, Muhammad Arif Setiawan, lima kepala UPT PUPR dari Kuantan Singingi, Kampar, dan Indragiri Hulu, sopir kepala dinas, serta dua pengusaha rekanan proyek.
KPK juga turut menyita sejumlah uang tunai sebagai barang bukti. Seluruh pihak yang diamankan bersama barang bukti telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta.*