Jan 2026
16

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Kapolda Riau Ajak Generasi Muda Jaga Lingkungan: Kalian Bukan Sekadar Penonton
pekanbaru | Kamis, 15 Januari 2026 | 15:32:26 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengajak generasi muda untuk aktif menyuarakan dan menjaga isu lingkungan di tengah meningkatnya ancaman krisis ekologis di Provinsi Riau. 

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan orasi pada kegiatan Youth Green Policing Eco Academy (YGPEA) 2026 yang diikuti hampir 1.500 pelajar SLTA se-Provinsi Riau di GOR Tri Buana, Pekanbaru, Kamis (15/1/2026).

Irjen Herry menegaskan generasi muda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang menentukan arah masa depan daerah. 

Baca :

Ia menyinggung berbagai bencana alam yang belakangan kembali melanda Riau, seperti banjir akibat rusaknya daerah tangkapan air, kemarau panjang, serta ancaman kabut asap sebagai dampak deforestasi dan pembakaran hutan.

Menurutnya, rangkaian peristiwa tersebut menjadi peringatan serius bahwa persoalan lingkungan bukan lagi isu masa depan, melainkan realitas yang sedang dihadapi masyarakat saat ini.

“Banjir, asap, dan krisis iklim yang kita alami adalah cermin dari pilihan manusia. Karena itu, generasi muda harus berani bersuara dan mengambil peran,” kata dia.

Irjen Herry menyebut, perubahan besar dalam sejarah selalu diawali oleh keberanian anak-anak muda yang memilih untuk tidak diam.

Ia menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan atau kekuasaan, melainkan lahir dari keberanian bertindak di tengah sikap apatis.

“Kalian tidak harus menjadi pejabat atau tokoh terkenal untuk memberi dampak. Cukup menjadi generasi yang peduli, berani, dan bertanggung jawab,” tutur Irjen Herry.

Ia mencontohkan langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan pelajar, seperti menjaga kebersihan sungai dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak menyebarkan hoaks demi merawat kepercayaan sosial, serta berani melaporkan perusakan lingkungan.

Irjen Herry menekankan bahwa generasi muda saat ini menghadapi tiga krisis besar sekaligus, yakni krisis iklim, krisis kepercayaan, dan krisis kepedulian. 

Krisis iklim tampak dari semakin seringnya bencana alam, sementara krisis kepercayaan terlihat dari maraknya hoaks dan ujaran kebencian di ruang digital.

“Setiap kali kalian memilih jujur, memverifikasi informasi sebelum membagikannya, dan mendengar sebelum menghakimi, kalian sedang membangun kembali kepercayaan. Itu adalah bagian dari kepemimpinan,” ucapnya.

Alumni Akpol 1996 tersebut menyebut krisis kepedulian sebagai tantangan paling berbahaya. Menurutnya, dunia tidak runtuh karena terlalu banyak orang jahat, melainkan karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam.

Karena itu, Kapolda mengajak pelajar menjadi generasi yang merawat alam di tengah krisis iklim, jujur di tengah krisis kepercayaan, dan berani peduli di tengah krisis kepedulian.

“Kalian tidak harus menyelamatkan dunia dalam satu hari. Lakukan bagian kalian secara konsisten dan berintegritas. Itu sudah cukup untuk mengubah arah masa depan Riau,” tuturnya.

Dipaparkannya, kondisi hutan di Riau kian memprihatinkan. Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas hutan di Riau yang pada 2023 mencapai sekitar 5,6 juta hektare, kini tersisa sekitar 1,4 juta hektare akibat deforestasi dan kebakaran hutan dan lahan.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut bukan sekadar angka, melainkan peringatan nyata yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kondisi ini adalah panggilan bagi kita semua, terutama generasi muda, untuk bergerak bersama,” tegasnya.

Irjen Herry menilai kekuatan digital yang dimiliki pelajar dapat menjadi sarana efektif dalam menyuarakan isu lingkungan. Melalui media sosial, generasi muda dinilai mampu mendorong kesadaran publik secara luas.

“Kalian adalah generasi yang kritis dan tidak takut bersuara, termasuk mengingatkan kami jika tidak konsisten,” ujarnya.

Kegiatan YGPEA 2026 turut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya akademisi Rocky Gerung, Guru Besar Filsafat Sosial Universitas Negeri Jakarta Prof. Robertus Robet, serta content creator dan aktivis muda Sherly Annavita.

Di kesempatan tersebut, diberikan apresiasi berupa kemudahan pengurusan SIM gratis bagi pelajar berusia 17 tahun yang telah menanam 17 bibit pohon dan mengunggah kegiatannya di media sosial masing-masing.*

Terbaru
etalase
Konsumsi Gasoline Naik 5,8 Persen dan LPG Naik 1,9 Persen di Riau
Kamis, 15 Januari 2026 | 19:07:06 WIB
otomotif
Honda Soekarno Hatta dan Honda SM Amin Beri Penghargaan Untuk Karyawan
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:33:48 WIB
sportainment
Real Madrid Didepak Tim Divisi Dua Dari Copa del Rey
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:09:48 WIB
rohil
Pemkab Rohil Hentikan Perekrutan Tenaga Honorer Mulai 2026
Rabu, 14 Januari 2026 | 20:41:59 WIB
Artikel Popular
2
3
politik
Komisi IV DPRD Riau Akan Panggil PUPR Bahas SILPA...
Selasa, 13 Januari 2026 | 14:08:52 WIB
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum