|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Provinsi Riau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Riau melaporkan sedikitnya enam titik api tersebar di Kota Dumai, Kabupaten Bengkalis, dan Kabupaten Kampar.
Kepala BPBD Damkar Riau melalui Kepala Bidang Kedaruratan, Jim Gafur, menyampaikan bahwa dua titik karhutla terpantau di Dumai. Lokasinya berada di Kelurahan Bagan Keladi, Kecamatan Dumai Barat, serta Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur.
"Untuk di Dumai terdapat dua titik. Saat ini tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lapangan," ujarnya, Kamis, (26/2/2026).
Sementara itu, di Bengkalis terdapat tiga titik karhutla. Masing-masing berada di Desa Sukarjo Mesim Kecamatan Rupat, Desa Sekodi Kecamatan Bengkalis, dan Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana.
"Untuk di Kampar, satu titik api dilaporkan muncul di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang," terangnya.
Jim menjelaskan, proses penanganan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD kabupaten/kota, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga pihak perusahaan di sekitar lokasi terdampak.
"Apalagi saat ini Riau telah menetapkan status siaga darurat karhutla. Kami berharap penanganan bisa lebih maksimal dan titik api segera terkendali," jelasnya.
Di sisi lain, tambah Jim, upaya pencegahan juga terus diperkuat melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
"Selain penanganan darat, OMC juga kita lakukan, yang mana difokuskan di wilayah pesisir Riau, meliputi Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, Dumai, dan Bengkalis," tegasnya.
Operasi tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan potensi hujan, khususnya di daerah rawan karhutla, guna menekan risiko meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca kering.*