|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

TEHERAN -- Anggota Dewan Iran Alaeddin Boroujerdi, pada Minggu (22/3/2026) mengungkapkan bahwa Teheran telah memulai penerapan tarif 2 juta dolar AS bagi setiap kapal tanker yang ingin melintas di Selat Hormuz. Dilaporkan The Cradle, Selasa (24/3/2026), kebijakan Iran itu disebut Boroujerdi sebagai langkah menuju suatu "kedaulatan rezim" baru atas jalur laut strategis.
"Mengumpulkan 2 juta dolar AS biaya transit bagi kapal-kapal yang melintas di selat (Hormuz) merefleksikan kekuatan Iran," ujar Boroujerdi kepada IRIB, menambahkan bahwa "perang memiliki ongkos."
Boroujerdi, yang juga anggota Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional parlemen mengatakan, bahwa tarif perlintasan di Selat Hormuz merefleksikan tuntutan atas kontrol setelah beberapa dekade penerapan norma yang kemudian dibalikkan oleh serangan AS-Israel terhadap Iran.
Tidak hanya media Iran, media Barat seperti Bloomberg dan Lloyd’s List Intelligence, melaporkan bahwa Iran telah memulai menerapkan tarif tol terhadap kapal-kapal tanker yang ingin melintasi secara aman di Selat Hormuz.
Pembayaran dilaporkan diminta Iran berdasarkan tujuan spesifik, di mana beberapa kapal sudah mematahui aturan yang secara efektif menciptakan sebuah sistem pembayaran informal tol di salah satu koridor energi paling penting di dunia. Mekanisme pemungutan tarif belum jelas, termasuk bagaimana kapal-kapal melakukan pembayaran dan mata uang apa yang digunakan.
Menurut beberapa pejabat Iran, penerapan tarif di Selat Hormuz, sebagai bagian dari pendekatan lebih luas pada masa perang, guna membiaya beban finansial dari eskalasi militer dan disrupsi keamanan maritim yang masih berlangsung. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, Selat Hormuz tetap terbuka, tapi hanya untuk negara-negara yang dianggap bersahabat.*