|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Srikandi Tionghoa Indonesia (SriTi) Provinsi Riau berkolaborasi dengan beberapa organisai wanita Tionghoa peringati Hari Kartini. Peringatan mengambil tema 'Perempuan Hebat, Bangkit dan Bersinar' berlangsung di ballroom Hotel Furaya, Pekanbaru, Minggu (19/4/2026) malam.
Ketua SriTi Riau, Suyati Sali mengatakan, peringatan Hari Kartini berkolaborasi dengan Ikatan Wanita Perkumpulan Marga Lie (Iwalie) Riau, Ikatan wanita Kin Men (Iwakim), Peranan Wanita Marga Yang (Perwamayang) Pekanbaru, Wanita Hok Tek Tong (WHTT) dan Wanita Himpunan Bersatu Teguh (WHBT).
"Ini pertama kalinya SriTi Riau peringati Hari Kartini dan akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya. Nantinya dilaksanakan secara bergiliran oleh organisasi wanita Tionghoa. Tentunya kami berharap semakin banyak organisasi wanita Tionghoa yang bergabung untuk kegiatan ini," katanya.

Peringatan Hari Kartini, lanjutnya, mengingatkan kita perempuan memiliki kekuatan untuk bangkit, belajar dan memberi manfaat kepada masyarakat luas. "Hari Kartini menjadi semangat bagi perempuan dalam berkehidupan sehari-hari. Diharapkan perempuan Indonesia lebih maju dan mandiri," ujarnya.
Dikatakannya, meski SriTi Riau baru terbentuk tujuh bulan lalu, namun sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya mengajarkan kesenian kepada ibu-ibu atau anggota SriTi Riau serta olahraga bersama setiap minggunya. Kemudian melaksanakan kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk majukan Usaha Kecil Menengah (UMKM), kunjungan ke berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas) dan kegiatan lainnya.
Sementara itu, Ketua Panitia, Yetti mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut support kegiatan ini. "Kegiatan sudah kita persiapkan sejak sebulan lalu. Mudah-mudahan kegiatan memberi manfaat bagi kita semua, terutama meneruskan semangat RA Kartini. Dimana Laki-laki dan perempuan memiliki kesamaan untuk berkarya," ujarnya.

Pada peringatan Hari Kartini, diperkenalkan para pengurus dan dewan SriTi Riau serta ditampilkan fashion show kebaya. Dimana ibu-ibu dari berbagai organisasi Tionghoa di Pekanbaru menggunakan kebaya nusantara.
Peringatan turut dihadiri berbagai organisasi wanita Tionghoa di Pekanbaru, salah satunya Ikatan Keluarga Persaudaraan Tionghoa Bengkalis (IKPTB).*