|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat. Sebanyak tiga unit pesawat dikerahkan untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu hujan buatan di sejumlah wilayah rawan.
Kegiatan merupakan kolaborasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Damkar Riau, Jim Gafur, menyampaikan OMC dilakukan secara berkelanjutan untuk membasahi lahan gambut yang rentan terbakar, terutama saat musim kering.
"Total ada tiga pesawat yang saat ini beroperasi di Riau. Dua dari BNPB dan satu hasil kerja sama Kemenhut dan BMKG," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Pesawat pertama, Cessna C208 PK-JVH milik BNPB, telah beroperasi selama 21 hari dengan 43 sortie dan menyemai sekitar 43 ton garam (NaCl) ke awan. Pesawat kedua, THRUSH S2R-T34 PK-KHH, juga dari BNPB, telah menjalankan misi selama 11 hari dengan 10 sortie dan 10 ton bahan semai.
Sementara itu, pesawat ketiga, Cassa 212-200 A-2107 milik Kementerian Kehutanan yang berkolaborasi dengan BMKG, baru empat hari beroperasi. Meski demikian, pesawat ini telah mencatatkan enam sortie dengan total 4,8 ton garam yang disebar.
Jim menegaskan, operasi ini akan terus dilakukan selama terdapat potensi awan hujan, baik pada siang maupun malam hari.
"OMC akan terus kita lakukan selama kondisi atmosfer memungkinkan. Ini penting untuk menjaga kelembapan lahan dan mencegah munculnya titik api," jelasnya.
Operasi modifikasi cuaca tahap kedua ini difokuskan di wilayah pesisir timur Riau yang dikenal rawan karhutla, meliputi Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Siak, Pelalawan, hingga Kota Dumai.
Sebelumnya, kegiatan serupa juga telah dilaksanakan pada awal Februari lalu sebagai langkah antisipasi dini menghadapi musim kemarau.
Dengan intensifikasi OMC ini, diharapkan potensi karhutla di Riau dapat ditekan secara signifikan, sekaligus menjaga kualitas udara dan aktivitas masyarakat tetap aman.*