|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 1.303 suspek campak sepanjang 2026. Data dihimpun selama 11 pekan, sejak awal Januari hingga pekan ketiga Maret 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengungkapkan lonjakan kasus terjadi pada awal tahun. Pada minggu pertama Januari tercatat 184 suspek, disusul minggu kedua 149 kasus, minggu ketiga 155 kasus, dan pekan terakhir Januari sebanyak 125 kasus.
"Memasuki minggu kelima atau awal Februari, jumlah suspek mulai menurun menjadi 117 kasus," ujar Zulkifli, Rabu (1/4/2026).
Penurunan berlanjut pada minggu keenam dengan 91 kasus, minggu ketujuh 98 kasus, dan minggu kedelapan sebanyak 100 kasus.
Namun, memasuki Maret, angka kembali mengalami fluktuasi. Pada minggu kesembilan tercatat 124 kasus, minggu kesepuluh 111 kasus, dan minggu kesebelas turun signifikan menjadi 49 kasus.
Zulkifli menjelaskan, campak ditandai dengan sejumlah gejala seperti ruam kulit, demam tinggi, mata merah, batuk, dan pilek. Ia mengingatkan bahwa penyakit ini dapat menyerang semua kelompok usia, namun bayi menjadi kelompok paling rentan.
"Semua kelompok usia bisa terjangkit, tetapi risiko kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuhnya masih rendah," jelasnya.
Untuk itu, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan anak mendapatkan imunisasi lengkap. Selain itu, orang tua diminta segera melakukan isolasi mandiri jika anak menunjukkan gejala serta membawa ke fasilitas kesehatan apabila kondisi memburuk.
"Langkah pencegahan sangat penting agar penyebaran campak bisa ditekan," tutupnya.*