|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau (Gubri), SF Hariyanto resmi melakukan peluncuran penyaluran bantuan pangan pemerintah untuk periode Februari - Maret 2026. Kegiatan berlangsung di Komplek Pergudangan Jadirejo Perum Bulog, Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (6/4/2026).
Program menyasar sebanyak 597.968 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Provinsi Riau sebagai bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif.
Dalam program tersebut, Pemerintah Provinsi Riau bersama Perum Bulog menyiapkan sekitar 11 ribu ton beras dan 2 juta liter minyak goreng. Setiap keluarga penerima akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 20 kilogram untuk alokasi dua bulan.
"Alhamdulillah, launching penyaluran bantuan pangan dari pemerintah untuk 597.968 penerima sudah dilakukan. Totalnya sekitar 11 ribu ton beras yang akan disalurkan," ujar SF Hariyanto, Senin (6/4/2026).
Ia mengapresiasi peran Perum Bulog dalam menjaga ketersediaan dan kualitas cadangan pangan pemerintah. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan Bulog menjadi kunci agar bantuan dapat tersalurkan secara tepat waktu dan tepat sasaran.
"Kami ucapkan terima kasih kepada Bulog. Semoga penyaluran bantuannya lancar dan dapat membantu masyarakat," tambahnya.
Untuk memastikan distribusi berjalan efektif, Pemprov Riau menerapkan sistem penyaluran berjenjang hingga tingkat kelurahan dan desa. Mekanisme dilakukan guna mempermudah akses masyarakat, khususnya bagi lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas, sekaligus menghindari kerumunan.
"Nanti akan ada tim yang mengundang para penerima manfaat ke kelurahan. Bantuan diserahkan di sana agar lebih mudah dijangkau," jelasnya.
Melalui program ini, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas harga beras di pasaran serta menekan laju inflasi daerah. Selain itu, bantuan pangan diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan gizi keluarga selama dua bulan ke depan.*