|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar rapat optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Minggu (12/4/2026). Langkah menjadi bagian dari upaya strategis memperkuat kemandirian fiskal daerah di tengah tekanan ekonomi global.
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan forum tersebut memiliki arti penting dalam memaksimalkan potensi daerah sekaligus memastikan pembangunan berjalan berkelanjutan.
"Pertemuan sangat penting untuk mengoptimalkan potensi daerah, memperkuat kemandirian fiskal, serta memastikan pembangunan memberi manfaat nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menekankan penguatan PAD merupakan fondasi utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan. Menurutnya, daerah tidak bisa lagi bergantung sepenuhnya pada transfer dari pemerintah pusat.
"Kita harus berdiri lebih kuat dengan mengoptimalkan potensi sendiri. Jika dikelola maksimal, PAD Riau berpotensi meningkat hingga sekitar Rp5 triliun. Ini angka yang sangat signifikan," jelasnya.
SF Hariyanto juga mengingatkan bahwa optimalisasi PAD bukan hanya tanggung jawab Bapenda, melainkan kerja kolektif lintas sektor. Mulai dari aspek perizinan, pengawasan lapangan, penegakan hukum, hingga kebijakan fiskal harus berjalan searah.
"Sinergi antara Pemerintah Daerah dan Forkopimda sangat penting agar setiap potensi benar-benar bisa menjadi penerimaan riil bagi daerah," tambahnya.
Ia berharap rapat tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menghasilkan langkah konkret dengan target waktu yang jelas serta komitmen bersama untuk menindaklanjuti hasilnya.*