|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Keberangkatan dua orang jemaah calon haji asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau ke Tanah Suci harus tertunda karena satu dari dua jemaah tersebut sakit dan harus dirawat di Batam, Kepulauan Riau.
Keduanya sedianya diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi bersama Kelompok Terbang (Kloter) 3 Embarkasi Batam, pada Jumat (24/4). "Satu orang jemaah sakit dan dirawat di Batam sedangkan satu orang lagi adalah pendampingnya, sehingga yang tertunda keberangkatannya dua orang, asal Pekanbaru," ujar Kepala Kantor Wilayah Haji dan Umrah Riau Defizon kepada Metro Riau, Jumat malam.
Sementara itu, sebanyak 443 orang Kloter 3 Embarkasi Batam asal Pekanbaru telah diberangkatkan ke Madinah melalui Bandara Hang Nadim Batam pada Jumat ini. "Rinciannya, jemaah calon haji 435 orang, petugas haji daerah dua orang, pembimbing KBIHU dua orang, dan petugas kloter empat orang," papar Defizon.
Pada tahun ini, Riau memberangkatkan sebanyak 4.704 orang, terdiri dari 4.661 jemaah dan 43 petugas haji. Mereka terbagi dalam sejumlah kloter Embarkasi Batam, mulai dari kloter 3 hingga kloter 12 untuk gelombang pertama yang akan diberangkatkan ke Madinah, Arab Saudi.
Sementara itu, satu kloter lainnya tergabung dalam kloter 18 pada gelombang kedua yang akan terbang ke Jeddah bersama calon jemaah haji dari Provinsi Kalimantan Barat, dengan total sekitar 257 orang termasuk petugas.
Defizon mengimbau jemaah calon haji menjaga kesehatan. Pasalnya, sekitar 76,2 persen jemaah asal Riau masuk kategori risiko tinggi. “Jaga kondisi fisik dan rutin berolahraga agar kuat menjalani rangkaian ibadah,” ujarnya.
Selain itu, jemaah diminta memahami tata cara ibadah haji dengan mempelajari buku manasik yang telah diberikan. Ia juga mengingatkan agar jemaah tidak merasa khawatir berlebihan karena pemerintah telah menyiapkan seluruh kebutuhan selama di Tanah Suci.
“Berangkatlah dengan perasaan tenang dan senang. Insya Allah semua sudah disiapkan,” pungkas Defizon.*