Jul 2026
08

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Plt Gubri: MPLS di Riau Harus Bebas Perpeloncoan dan Bullying
pekanbaru | Selasa, 7 Juli 2026 | 20:21:10 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rivo
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto

PEKANBARU - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di seluruh sekolah di Provinsi Riau resmi dimulai pada Senin (6/7/2026). Pemerintah Provinsi Riau memastikan kegiatan berlangsung sesuai tujuan pendidikan, tanpa praktik perpeloncoan, perundungan (bullying), maupun bentuk kekerasan lainnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan seluruh satuan pendidikan wajib menyelenggarakan MPLS yang edukatif, ramah anak, dan berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Menurutnya, MPLS merupakan fase penting bagi peserta didik baru untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan harus mampu menumbuhkan rasa nyaman, semangat belajar, serta memperkenalkan budaya sekolah yang positif.

Baca :

"MPLS harus menjadi momen yang menyenangkan bagi siswa baru. Jangan sampai ada praktik perpeloncoan, bullying, ataupun penggunaan atribut yang tidak relevan dengan tujuan pendidikan," tegas SF Hariyanto, Selasa (7/7/2026).

Ia juga mengingatkan agar sekolah tidak lagi menerapkan tradisi lama berupa penggunaan atribut-atribut unik atau tugas yang tidak memiliki nilai edukatif. Sebaliknya, kegiatan MPLS harus difokuskan pada pengenalan lingkungan sekolah, tata tertib, budaya belajar, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dan antikorupsi sejak dini.

"Kegiatan harus edukatif, jangan sampai ada yang menggunakan atribut berlebihan seperti perpeloncoan. Saya tegaskan sekali lagi, tidak boleh ada kegiatan MPLS yang berjalan tidak sesuai dengan alurnya," ujarnya.

SF Hariyanto meminta kepala sekolah, guru, hingga pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) menjadi teladan selama pelaksanaan MPLS. Seluruh pihak di lingkungan sekolah diharapkan menciptakan suasana yang aman, nyaman, inklusif, dan menghargai setiap peserta didik baru.

Selain itu, Pemprov Riau juga membuka ruang pengawasan bagi masyarakat. Orang tua dan masyarakat diminta tidak ragu melaporkan kepada dinas terkait apabila menemukan adanya praktik perpeloncoan, bullying, atau tindakan yang menyimpang dari ketentuan selama pelaksanaan MPLS.

"Anak-anak kita adalah aset masa depan Riau. Jangan sampai mereka mengalami trauma psikologis pada hari-hari pertama bersekolah. Pemerintah berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang mereka," pungkas SF Hariyanto.

Dengan pengawasan yang ketat dari pemerintah, pelaksanaan MPLS 2026 diharapkan benar-benar menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah yang positif, membangun karakter, serta memberikan pengalaman pertama yang menyenangkan bagi seluruh siswa baru di Provinsi Riau.*

Terbaru
pekanbaru
Plt Gubri: MPLS di Riau Harus Bebas Perpeloncoan dan Bullying
Selasa, 7 Juli 2026 | 20:21:10 WIB
politik
Berlabuh ke PSI, Muhammad Maliki Optimis Tatap Pemilu 2029
Selasa, 7 Juli 2026 | 19:18:24 WIB
inhu
Sekda Inhu Hadiri Sosialisasi Gamas Secara Virtual
Selasa, 7 Juli 2026 | 18:16:55 WIB
pekanbaru
Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai
Selasa, 7 Juli 2026 | 18:11:38 WIB
sportainment
Hadapi Liga 2, PSPS Pekanbaru Rombak Komposisi Pemain
Selasa, 7 Juli 2026 | 14:35:53 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Sebagian Wilayah Riau Berpotensi Hujan
Selasa, 7 Juli 2026 | 09:00:00 WIB
华 闻
HPT Rohil Rayakan HUT ke-22 dan Lantik...
Minggu, 5 Juli 2026 | 14:40:09 WIB
Enam Tatung Meriahkan HUT Dewa Oho Thua Jiong...
Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:52:46 WIB
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
Artikel Popular
1
politik
hukum
Nasional