|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah pusat memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat dengan menaikkan secara signifikan kuota Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah untuk Provinsi Riau pada 2026. Total bantuan yang diterima Riau mencapai 5.000 unit, meningkat drastis dibanding kuota tahun sebelumnya.
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, mengatakan peningkatan kuota tersebut menjadi langkah strategis dalam mendukung penyediaan rumah layak huni sekaligus mempercepat penanganan rumah tidak layak huni di berbagai daerah di Riau.
Menurutnya, kebutuhan akan hunian yang layak masih menjadi tantangan besar. Berdasarkan data yang ada, baru sekitar 78,8 persen rumah tangga di Riau yang telah memiliki akses terhadap hunian layak, sementara sekitar 21,2 persen lainnya masih belum memenuhi standar kelayakan.
"Persoalan perumahan di Riau masih cukup besar. Masih ada masyarakat yang belum menikmati hunian yang memenuhi seluruh kriteria kelayakan," ujar SF Hariyanto usai menghadiri kegiatan di Hotel Grand Central Pekanbaru, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, tantangan sektor perumahan tidak hanya berkaitan dengan jumlah rumah yang tersedia. Berbagai faktor lain seperti kemampuan masyarakat membeli rumah, kualitas bangunan, ketersediaan lahan, akses pembiayaan, hingga dukungan infrastruktur dasar seperti jalan, drainase, air bersih, dan sanitasi juga menjadi perhatian pemerintah.
Menurut SF Hariyanto, upaya tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Program 3 Juta Rumah yang bertujuan memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian layak.
"Program ini bukan sekadar membangun rumah, tetapi juga menghadirkan kawasan permukiman yang didukung prasarana dasar sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat," jelasnya.
Dukungan pemerintah pusat terhadap Riau, lanjutnya, terlihat dari lonjakan alokasi BSPS. Jika pada 2025 Provinsi Riau hanya memperoleh kuota sebanyak 433 unit, maka pada 2026 jumlah tersebut meningkat menjadi 4.687 unit. Tidak lama berselang, pemerintah pusat kembali menambah alokasi sekitar dua pekan lalu sehingga total kuota BSPS untuk Riau kini mencapai 5.000 unit.
"Awalnya kuota BSPS untuk Riau sebanyak 4.687 unit. Kemudian sekitar dua minggu lalu pemerintah pusat kembali menambah sehingga totalnya menjadi 5.000 unit. Ini merupakan perhatian yang luar biasa bagi masyarakat Riau," ungkapnya.
SF Hariyanto menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) atas dukungan tersebut. Ia menilai tambahan kuota itu menjadi amanah besar yang harus diwujudkan melalui pelaksanaan program yang tepat sasaran dan berkualitas.
"Terima kasih kepada Bapak Presiden melalui Bapak Menteri PKP yang telah memberikan tambahan kuota. Ini di luar perkiraan kami dan menjadi tanggung jawab besar bagi Pemerintah Provinsi Riau untuk memastikan program ini berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.*