|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

BAGANSIAPIAPI - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) kini menghadapi tantangan serius dengan melonjaknya kasus malaria yang mencapai 2.347 penderita. Angka ini membuat penanganan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan harus melalui kolaborasi lintas sektor.
Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles, menegaskan langkah teknis harus segera dilakukan. Ia menyebutkan tiga kecamatan dengan kasus tertinggi, yakni Sinaboi, Pasir Limau Kapas, dan Bangko.
"Saya menghimbau camat bersama Dinas PMK agar menggerakkan Datuk Penghulu di tiga wilayah itu untuk melakukan gotong royong. Malaria ini salah satunya disebabkan oleh sampah dan air tergenang," ujar Wabup Jhony Charles pada Selasa (4/8).
Jhony Charles juga menyoroti pola pembukaan lahan di Sinaboi dan Bangko. Menurutnya, parit yang digali harus memiliki sirkulasi air agar tidak menjadi sarang nyamuk. Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting. Ia mengingatkan agar warga tidak membuang sampah sembarangan dan selalu menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Rohil melalui BPBD resmi mendirikan Posko Komando Penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) Malaria. Posko ini dibentuk dua minggu lalu atas arahan Kementerian Kesehatan RI.
Posko Komando berfungsi sebagai pusat koordinasi rapat evaluasi, deteksi dini, serta penyatuan langkah strategis dari seluruh pihak terkait.
Ketua Posko sekaligus Kalaksa BPBD Rohil, Syafnurizal, menyebut masalah malaria di Rohil kini menjadi perhatian nasional. Bahkan, tim dari CDC Amerika Serikat akan datang untuk memantau penanganan selama satu bulan penuh.
"Masalah malaria di Rokan Hilir bukan lagi isu daerah, melainkan sudah menjadi perhatian skala nasional," tegas Syafnurizal.
Data menunjukkan konsentrasi kasus malaria terbanyak berada di Kecamatan Bangko, Sinaboi, dan Pasir Limau Kapas. Melalui posko ini, rapat koordinasi akan dilakukan setiap hari. Harapannya, kondisi segera membaik sehingga Rohil kembali meraih sertifikat eliminasi malaria yang pernah dicapai sebelumnya.
Kepemimpinan Posko Komando dipegang langsung oleh Wakil Bupati Rohil, dengan anggota dari seluruh OPD terkait, mulai dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, hingga perangkat kecamatan dan desa.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menekan angka penularan malaria yang terus meningkat. Pemerintah menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat dan tenaga ahli internasional, Rohil optimistis dapat mengendalikan KLB malaria. "Target kita jelas, menurunkan angka kasus dan mengembalikan sertifikat eliminasi malaria. Dengan kerja sama semua pihak, saya yakin Rohil bisa keluar dari situasi ini," pungkas Jhony Charles.*