|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Yayasan Peduli Pendidikan Mandarin Riau (YP2MR) dan Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (Icati) Riau melepas 114 siswa yang melanjutkan studi ke Negara Taiwan. Pelepasan berlangsung di Hotel Furaya Pekanbaru, Minggu (16/8/2026) malam.
Pelepasan berlangsung dalam acara ramah tamah dan makan malam bersama. Dihadiri Ketua YP2MR dan Icati Riau, Ali Suyanto (Lie Thong Hong), Ketua Dewan Pembina YP2MR dan Icati Riau, Tomas Thajeb, Dewan penasehat Icati Riau dan Dewan Pengawas YP2MR, Iweni Juminaga para siswa serta orang tua siswa.
Dalam kata sambutannya, Ketua YP2MR dan Icati Riau, Ali Suyanto mengatakan, sebanyak 114 siswa yang dilepas melanjutkan program studi strata satu (SI) ke berbagai universitas di Taiwan.
"Kami membantu siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan. Bahkan YP2MR mempunyai perwakilan di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tujuannya untuk mencari siswa dari ekonomi menengah ke bawah yang ingin kuliah ke Taiwan. Tentu saja dengan beberapa persyaratan, salah satunya nilai yang bagus," tambahnya.
Tahun ini, lanjutnya, total terdapat 8 siswa yang meraih beasiswa. Dari pemerintah Taiwan sebanak 4 siswa, Icati pusat 1 siswa dan YP2MR sebanyak 3 siswa.
Pada kesempatan tersebut, Ali Suyanto mengimbau siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan untuk datang ke kantor Icati Riau dan YP2MR di Graha Platinum II Jalan Soekarno Hata, Pekanbaru.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina YP2MR dan Icati Riau, Tomas Thajeb menambahkan, Icati Riau menjembatani siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan. Kemudian merupakan wadah bagi para alumni yang pernah menempuh studi di Taiwan, baik jenjang sarjana, diploma sekolah kejuruan maupun sekolah menengah atas.
Sedangkan YP2MR membantu siswa yanng ekonomi lemah dan berprestasi untuk kuliah ke Taiwan. Kehadiran YP2MR diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan.
Dewan Penasehat Icati Riau dan Dewan Pengawas YP2MR, Iweni Juminaga mengatakan, banyak siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Taiwan, salah satu faktornya ingin menguasai Bahasa Mandarin. "Siswa butuh menguasai Bahasa Mandarin, karena sudah menjadi bahasa dunia. Kemudian setiap kampus di Taiwan menyediakan beasiswa sendiri untuk mahasiswa luar negeri," tegasnya.
Salah satu siswa yang melanjutkan kuliah ke National Quemoy University Taiwan, Erick mengaku terbantu dengan kehadiran dan informasi dari Icati Riau dan YP2MR.
Dengan melanjutkan pendidikan ke Taiwan, lanjutnya, membuat diri berkembang dalam Bahasa Mandarin. "Taiwan mendukung generasi muda kuliah sambil bekerja dan menjadi generasi yang tangguh," ungkap siswa yang tinggal di Pekanbaru ini.*