|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Yayasan Peduli Pendidikan Mandarin Riau (YP2MR) dan Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (Icati) Riau mempunyai kantor baru di Graha Platinum II Jalan Soekarno Hata, Pekanbaru. Peresmian berlangsung Minggu (10/8/2025).
Peresmian kantor YP2MR dan Icati Riau ditandai dengan pengguntingan pita oleh Ketua YP2MR, Ali Suyanto BBA, Ketua Icati Riau, Iweni Juminaga BBA dan Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri YP2MR dan Icati Ria, Tomas Thajeb. Disaksikan puluhan tamu undangan.
Dalam kata sambutannya, Ketua Icati Riau, Iweni Juminaga BBA mengatakan, Icati Riau merupakan wadah bagi para alumni yang pernah menempuh studi di Taiwan, baik jenjang sarjana, diploma sekolah kejuruan maupun sekolah menengah atas. "Misi kami menjaga integritas diri, peduli pendidikan, mempererat persaudaraan, membantu yang membutuhkan dan memberi manfaat bagi masyarakat serta tanah air.
Dikatakannya, kantor baru bukan hanya menjadi tempat kerja, tetapi rumah bersama bagi para alumni. Kantor menjadi pusat kegiatan, wadah berbagi ide dan sumber inspirasi untuk terus berkonribusi bagi masyarakat dan generasii muda. "Kami fasilitasi siswa yang ingin kuliah ke Taiwan, seperti perkenalan universitas dan penfadftaran," ujarnya.
Sejak Icati Riau berdiri pada 11 Januari 2011, lanjutnya, sudah melaksanakan berbagai kegiatan. Di antaranya mengirimkan siswa kuliah ke Taiwan, melaksanakan pameran pendidikan, pelatihan guru Mandarin, perunjukkan seni dan budaya, tes kemampuan Bahasa Mandarin standar Taiwan hingga pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Sementara itu, Ketua YP2MR, Ali Suyanto BBA menambahkan, YP2MR mempunyai perwakilan di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau. Tujuannya unuk mencari siswa dari ekonomi menengah ke bawah yang ingin kuliah ke Taiwan. Tentu saja dengan beberapa persyaratan, salah satunya nilai yang bagus. "Kita ingin membantu siswa untuk mendapakan pendidikan dan kerja yang bagus, sehingga dapat membantu kehidupan keluarganya," ungkapnya.
Ditambahkannya, kehadiran YP2MR sejak tahun 2018 diharapkan dapat membantu program pemerintah dalam bidang pendidikan. Menurutnya, siswa butuh menguasai Bahasa Mandarin, karena sudah menjadi bahasa dunia, terutama dalam perdagangan.
Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri YP2MR dan Icati Ria, Tomas Thajeb berharap semakin banyak siswa yang terbantu. "Kami sudah menjalin kerja sama denga beberapa perguruan tinggi di Taiwan, termasuk dalam pemberian beasiswa," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut diserahkan beasiswa secara simbolis kepada salah seorang siswa. Peresmian kantor baru YP2MR dan Icati Riau turut dihadiri ketua atau perwakilan dan ormas Tionghoa di Pekanbaru.*