|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PELALAWAN – Ketua DPRD Kabupaten Pelalawan, H. Syafrizal, mengajak seluruh elemen daerah memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ajakan tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam Sidang Paripurna Istimewa Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Pelalawan di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Pelalawan, Senin (12/10/2026).
Sidang paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Pelalawan itu menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sejak dimekarkan dari Kabupaten Kampar pada 12 Oktober 1999. Selain mengenang sejarah pembentukan daerah, peringatan hari jadi juga menjadi kesempatan mengevaluasi capaian pembangunan sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan ke depan.
Mengusung semangat “Mo La Awak Bangun Pelalawan”, peringatan HUT ke-27 menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Dibutuhkan kebersamaan antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat agar pembangunan berjalan berkesinambungan serta memberikan manfaat nyata.
Sidang paripurna istimewa tersebut dihadiri Bupati Pelalawan H. Zukri, Wakil Bupati H. Husni Tamrin, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pelalawan.
Turut hadir Sultan Besar Pelalawan Assayyidus Syarif H. Tengku Kamaruddin Haroen, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, mantan Bupati Pelalawan H.M. Harris, perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Riau, anggota DPRD Provinsi Riau, anggota DPD RI, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.
Kehadiran berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat tersebut mencerminkan pentingnya persatuan dalam menjaga kesinambungan pembangunan.
Momentum hari jadi juga menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antarpemangku kepentingan dalam menyatukan langkah membangun Kabupaten Pelalawan.
Evaluasi Pembangunan dan Arah Pelalawan ke Depan
Memasuki usia ke-27 tahun, Kabupaten Pelalawan telah melalui perjalanan panjang dalam membangun fondasi pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, mengembangkan potensi ekonomi, serta memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan kesehatan.
Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi atau banyaknya program yang dilaksanakan.
Lebih dari itu, pembangunan harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memperluas kesempatan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Dalam pidatonya, Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan inovasi agar pembangunan berjalan terarah, merata, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Berbagai program strategis terus didorong agar manfaat pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau masyarakat di pedesaan dan wilayah pelosok.
Sejumlah capaian pembangunan turut dipaparkan dalam momentum tersebut, mulai dari penurunan angka kemiskinan ekstrem, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, penguatan investasi, hingga peningkatan akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan daerah sekaligus bahan evaluasi untuk memastikan program pembangunan dapat dilaksanakan secara efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Dalam kerangka Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, pemerintah daerah mengusung visi Pelalawan Menawan 2029, yakni mewujudkan Kabupaten Pelalawan yang maju, mandiri secara ekonomi, nyaman, aman, bermarwah, dan berkelanjutan.

Pencapaian visi tersebut membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk DPRD yang menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui ketiga fungsi tersebut, DPRD memiliki peran strategis dalam mengawal arah kebijakan daerah, pembahasan anggaran, serta pelaksanaan program pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan masyarakat.
Sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah menjadi penting untuk memastikan bahwa perencanaan dan pelaksanaan pembangunan berjalan selaras, terukur, serta memperhatikan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah Kabupaten Pelalawan.
Pengentasan Kemiskinan Jadi Perhatian
Salah satu capaian yang menjadi perhatian dalam evaluasi pembangunan daerah adalah penurunan jumlah penduduk yang masuk kategori kemiskinan ekstrem.
Pada 2025, tercatat sebanyak 188 kepala keluarga atau 906 jiwa berada dalam kategori tersebut. Pada 2026, jumlah itu menurun menjadi 99 kepala keluarga atau 458 jiwa.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan upaya pengentasan kemiskinan.
Meski demikian, keberlanjutan program tetap diperlukan agar masyarakat yang telah keluar dari kategori kemiskinan ekstrem mampu mempertahankan kondisi ekonominya dan meningkatkan taraf hidup.
Berbagai upaya penanggulangan kemiskinan dilakukan melalui bantuan sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, bantuan pendidikan, perbaikan rumah tidak layak huni, serta dukungan bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil.

Program-program tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
Dalam konteks pembangunan daerah, pemerataan manfaat program menjadi hal penting agar masyarakat di berbagai kecamatan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan.
Karena itu, keberlanjutan program, ketepatan sasaran, dan pengawasan pelaksanaannya perlu terus diperhatikan agar anggaran pembangunan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
Pendidikan dan Pembangunan Manusia
Di sektor pendidikan, Kabupaten Pelalawan memperoleh dukungan revitalisasi sarana dan prasarana bagi 68 sekolah pada 2026 dengan total anggaran mencapai Rp42,9 miliar.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas fasilitas pendidikan sekaligus menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi peserta didik. Sarana dan prasarana yang memadai merupakan salah satu faktor pendukung proses pembelajaran dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Selain revitalisasi sekolah, pemerintah daerah juga menyiapkan program Sekolah Pelalawan Boarding School di kawasan Teknopolitan.
Program ini diarahkan untuk memperluas kesempatan memperoleh pendidikan bagi anak yatim dan siswa dari keluarga kurang mampu.
Kehadiran program tersebut diharapkan dapat membantu membuka akses pendidikan yang lebih luas sehingga keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi generasi muda Pelalawan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Pelalawan meningkat dari 75,25 poin pada 2024 menjadi 75,80 poin pada 2025.
Peningkatan IPM tersebut mencerminkan perkembangan sejumlah dimensi pembangunan manusia, yang meliputi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup layak.
Ke depan, peningkatan kualitas layanan dasar tetap menjadi bagian penting untuk memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih merata.
Pendidikan dan pembangunan manusia merupakan investasi jangka panjang bagi daerah. Karena itu, peningkatan kualitas layanan pendidikan, pemerataan fasilitas, serta dukungan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perlu terus menjadi perhatian dalam agenda pembangunan Pelalawan.
Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi
Dari sisi ekonomi, pertumbuhan Kabupaten Pelalawan meningkat dari 4,36 persen pada 2024 menjadi 4,96 persen pada 2025.
Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan aktivitas ekonomi daerah. Meski demikian, pertumbuhan ekonomi perlu diiringi dengan perluasan kesempatan kerja, peningkatan daya saing usaha lokal, serta pemerataan manfaat ekonomi agar dampaknya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Di bidang investasi, nilai investasi Kabupaten Pelalawan sepanjang 2025 mencapai Rp8,252 triliun. Sementara itu, realisasi investasi pada semester pertama 2026 tercatat sebesar Rp3,645 triliun.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas investasi yang berlangsung di Kabupaten Pelalawan.
Keberlanjutan investasi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor produktif, membuka lapangan kerja, memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
Pada saat yang sama, penguatan iklim investasi perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan, kepastian berusaha, pengembangan sumber daya manusia, dan perhatian terhadap keberlanjutan lingkungan serta kepentingan masyarakat setempat.
Dengan demikian, investasi tidak hanya menjadi sumber pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dan penguatan aktivitas ekonomi lokal.
DPRD dan Pemerintah Daerah Perkuat Sinergi
Berbagai capaian pembangunan tersebut menjadi landasan untuk melanjutkan pembenahan dan meningkatkan kualitas kebijakan daerah. Dalam proses tersebut, DPRD Kabupaten Pelalawan memiliki tanggung jawab strategis untuk memastikan aspirasi masyarakat mendapat perhatian dalam penyusunan kebijakan dan penganggaran pembangunan.
Melalui fungsi legislasi, DPRD berperan dalam pembentukan peraturan daerah.
Melalui fungsi anggaran, DPRD bersama pemerintah daerah membahas dan menyepakati anggaran yang menjadi dasar pelaksanaan program pembangunan. Sementara melalui fungsi pengawasan, DPRD mengawal pelaksanaan kebijakan dan penggunaan anggaran agar sesuai dengan ketentuan serta tujuan yang telah ditetapkan.

Pelaksanaan ketiga fungsi tersebut memerlukan komunikasi dan koordinasi yang baik dengan pemerintah daerah. Sinergi yang kuat diharapkan dapat mendorong lahirnya kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan secara bertanggung jawab.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga menjadi unsur penting. Aspirasi, masukan, dan pengawasan publik dapat membantu memastikan bahwa program pembangunan tidak hanya sesuai dengan perencanaan, tetapi juga menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kebersamaan inilah yang relevan dengan tema “Mo La Awak Bangun Pelalawan”. Pembangunan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan komitmen, konsistensi, dan keterlibatan seluruh elemen daerah.
Menatap Masa Depan Pelalawan
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan bukan sekadar seremoni tahunan untuk mengenang perjalanan sejarah daerah. Momentum ini menjadi kesempatan untuk melihat kembali capaian yang telah diraih, mengidentifikasi pekerjaan yang belum tuntas, serta memperkuat komitmen dalam melanjutkan pembangunan.
Usia ke-27 tahun juga menjadi pengingat bahwa tantangan pembangunan akan terus berkembang.
Pemerataan kesejahteraan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan pelayanan publik membutuhkan kebijakan yang tepat dan pelaksanaan yang berkesinambungan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dunia usaha, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat.
Dengan komunikasi yang baik dan tujuan pembangunan yang sejalan, berbagai tantangan daerah diharapkan dapat dihadapi secara bersama-sama.
DPRD Kabupaten Pelalawan, sebagai lembaga perwakilan rakyat daerah, memiliki peran penting dalam mengawal aspirasi masyarakat agar menjadi bagian dari proses pembangunan.
Sementara itu, dukungan dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan untuk menjaga keberlanjutan program serta memastikan manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
Dengan semangat persatuan dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, Kabupaten Pelalawan diharapkan terus berkembang menjadi daerah yang maju, mandiri, berdaya saing, dan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata.
Mo La Awak Bangun Pelalawan. Bersama melangkah, bersama membangun, dan bersama mewujudkan masa depan Pelalawan yang lebih baik.(adv)