|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho mengajak generasi muda mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan dengan terus mengembangkan potensi, meningkatkan kreativitas, dan berani menjawab tantangan zaman.
Pesan itu disampaikan Agung saat memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Rabu (28/10).
Peringatan tahun ini tidak hanya diisi upacara, tetapi juga beragam kegiatan sosial, promosi UMKM, serta pertunjukan seni dan budaya.
Agung berharap momentum Sumpah Pemuda tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus diwujudkan melalui karya, prestasi, dan keterlibatan aktif generasi muda dalam pembangunan.
"Tentu bagaimana memberikan semangat untuk generasi penerus kita. Kita berharap generasi muda ke depan bisa menjawab tantangan dengan lebih baik dan menjadi pemimpin yang lebih baik daripada kami," kata Agung.
Menurutnya, generasi muda perlu terus meningkatkan kemampuan dan memperluas wawasan agar mampu mengikuti perkembangan zaman.
Selain itu, semangat kebersamaan harus tetap dijaga di tengah masyarakat yang memiliki latar belakang suku dan budaya berbeda.
Peringatan Sumpah Pemuda di Pekanbaru juga menjadi ruang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka.
Bazar yang digelar melibatkan peserta dari 15 kecamatan di Kota Pekanbaru, termasuk organisasi yang berada di bawah pembinaan Dinas Koperasi.
Berbagai produk lokal, terutama kuliner khas Pekanbaru, ditampilkan untuk memperluas pengenalan kepada masyarakat. Agung menilai, UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah sehingga perlu mendapat dukungan dan ruang promosi yang memadai.
"Peningkatan perekonomian Pekanbaru salah satunya didukung oleh pelaku UMKM," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Pekanbaru Dr Yuliarso mengatakan, peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini mengangkat tema "Pemuda untuk Indonesia".
Tema tersebut menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga persatuan, mengembangkan kemampuan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.
Yuliarso menjelaskan, upacara yang dipimpin wali kota merupakan puncak rangkaian kegiatan peringatan Sumpah Pemuda. Selain bazar UMKM, kegiatan juga diisi pameran literasi dan aksi donor darah sebagai bentuk kepedulian sosial.
Rangkaian acara dijadwalkan berlanjut pada Rabu malam melalui Gebyar Pemuda Budaya Nusantara. Kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
"Ini bagian dari rangkaian bagaimana kita memperingati keberanekaragaman kita yang menjadi satu nusa, satu bangsa, satu bahasa," terang Yuliarso.
Nuansa seni turut mewarnai upacara melalui penampilan obade yang dibawakan pelajar SMK di Pekanbaru. Selain itu, seorang siswa SMA Muhammadiyah yang pernah meraih juara internasional di Kuala Lumpur menampilkan permainan biola.
Yuliarso menyebut, keterlibatan para pelajar tersebut menunjukkan bahwa potensi generasi muda dapat dikembangkan melalui berbagai bidang, mulai dari pendidikan, seni, budaya, hingga kegiatan sosial. Karena itu, ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kemampuan dan prestasi perlu terus dibuka. *