|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU-Upaya memperkuat pembauran kebangsaan di Provinsi Riau terus dilakukan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) bersama Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Riau.
Tidak hanya melalui kegiatan sosialisasi dan pertemuan formal, kali ini Bakesbangpol dan FPK Riau turun langsung mengunjungi sejumlah paguyuban untuk bersilaturahmi sekaligus menyerap aspirasi terkait pembauran kebangsaan.
Jika selama ini FPK Riau lebih banyak mengundang paguyuban dalam berbagai kegiatan, kali ini pendekatan dilakukan dengan mendatangi langsung sekretariat masing-masing paguyuban.
Langkah tersebut diharapkan dapat membangun komunikasi yang lebih dekat, memperkuat kebersamaan, serta mengetahui secara langsung berbagai aspirasi dan dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Sejak program kunjungan tersebut dilaksanakan, sejumlah paguyuban yang tergabung dalam FPK Riau telah dikunjungi.
Kegiatan silaturahmi ini akan terus berlanjut hingga akhir 2026.
Pada 6 Oktober 2026, Bakesbangpol dan FPK Riau mengawali kunjungan ke Ikatan Keluarga Jawa Riau (IKJR). Dua hari kemudian, tepatnya 8 Oktober 2026, rombongan melanjutkan silaturahmi ke Sekretariat Mitra Sunda Riau (Misuri).
Selanjutnya, pada 13 Oktober 2026, kunjungan dilakukan ke sejumlah paguyuban yang berasal dari wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Paguyuban tersebut terdiri dari Ikatan Keluarga Sumatera Selatan (IKSS), Himpunan Keluarga Kerinci Nasional (HKKN), BMKJ Jambi, Ikatan Masyarakat Bengkulu (IKMB), Permas Lampri Lampung, Ikatan Keluarga Bangka Belitung, Pemuda Sriwijaya Riau (PSR), dan Ikatan Keluarga Asal Lampung (Ikalminsel).
Berikutnya, pada 20 Oktober 2026, rombongan Bakesbangpol dan FPK Riau bersilaturahmi dengan paguyuban dari kawasan Indonesia Timur, yakni PM2R, Papua Cendrawasih Nusantara (PCN), dan Flores, Sumba, Timur, Alor (Flobamora).
Rangkaian kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan ke Sekretariat Kerukunan Keluarga Banjar Riau (KKBR) pada 27 Oktober 2026 dan terakhir kunjungan dilaksanakan ke Paguyuban asal Bali pada 29 Oktober 2026.
Setiap kunjungan dihadiri Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, bersama jajaran, serta diikuti pengurus FPK Provinsi Riau.
Ketua FPK Riau, Dr. HM Ramli Walid, SE, MM, Senin (2/11/2026), mengatakan kunjungan ke sejumlah paguyuban tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi antarpaguyuban yang tergabung dalam FPK Riau.
Menurutnya, pembauran kebangsaan tidak cukup hanya disampaikan melalui sosialisasi, tetapi juga harus dibangun melalui komunikasi, dialog, dan keterlibatan langsung seluruh elemen masyarakat.
"Kita berkunjung sekaligus menyerap aspirasi terkait pembauran kebangsaan. Kita tentu berharap pembauran kebangsaan harus tetap terawat dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.
Ramli menambahkan, keberadaan paguyuban memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat Riau yang memiliki latar belakang suku, budaya, dan adat istiadat yang beragam.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Provinsi Riau, Dr. Boby Rachmat, mengatakan kondisi kerukunan masyarakat di Provinsi Riau sejauh ini terjaga dengan baik. Menurutnya, keberagaman suku dan budaya yang ada di Riau selama ini dapat hidup berdampingan dan membaur secara harmonis.
"Selama ini semua sudah membaur dengan baik. Kita berharap pembauran ini terus berjalan baik, sehingga perbedaan menjadi rahmat bagi kita sebagai bangsa Indonesia," katanya.
Melalui program kunjungan tersebut, Bakesbangpol dan FPK Riau berharap komunikasi dengan seluruh paguyuban semakin erat. Dengan demikian, berbagai aspirasi, gagasan, dan potensi yang dimiliki masing-masing paguyuban dapat menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, memperkokoh toleransi, serta merawat kebinekaan di Provinsi Riau.*