|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Mamun Murod sebut luas kawasan Hutan Lindung Bukit Betabuh Kabupaten Kuansing terus berkurang.
"Awalnya luas hutan lindung mencapai 45 ribu hektare. Namun, saat ini yang tersisa masih berupa hutan hanya tinggal seluas 12 ribu hektare saja. Artinya ada 33 ribu hektare kawasan hutan lindung Bukit Betabuh yang sudah menjadi perkebunan sawit," ungkap Mamun Murod, Rabu (9/2/2022).
Meski begitu, Mamun Murod mengakui bahwasanya belum ada melakukan identifikasi apakah perkebunan sawit tersebut milik korporasi atau menjadi milik pribadi warga Riau atau provinsi jiran, Sumbar.
"Kami belum melakukan pendalaman, karena untuk menyelesaikan persoalan ini langsung ada keributan-keributan yang menghambat kami untuk melakukan upaya berikutnya," terangnya.
Untuk sekarang, sebutnya, DLHK Riau fokus untuk mengamankan hutan lindung ini dengan cara menghalau pihak-pihak yang sengaja merusak hutan lindung tersebut. "Sekarang kita fokus untuk mengamankan hutan lindung ini," ujarnya.
Ia juga menyampaikan sebelumnya, pada tanggal 6 sampai 11 Desember 2021 yang lau, pihaknya telah melakukan upaya menghalau mereka-mereka yang masuk ke dalam hutan lindung tersebut dengan cara memutus akses menuju ke hutan lindung.
"Sebelumnya kita telah melakukan upaya untuk menghalau dengan cara memutus akses untuk menuju hutan. Sehingga pihak-pihak atau oknum yang bertujuan menebang kayu dan membangun kebun sawit tidak bisa masuk," ucapnya lagi.
Diwaktu itu, Dinas LHK juga berhasil mengamankan sekitar 348 tual kayu yang ditemukan dari hasil penebangan yang sekarang menunggu persetujuan lelang agar bisa menjadi pemasukan bagi negara.
Murod juga membenarkan bahwasanya Dinas LHK Riau telah menangkap dua alat berat di lokasi. Yang mana satu dibawa ke Pekanbaru, karena kondisinya bagus, sementara yang satu lagi dalam kondisi rusak, sehingga tidak bisa dibawa.*