|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Provinsi Riau resmi menyelenggarakan Jambore Karhutla 2025 di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim. Kegiatan ini digagas oleh Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Jambore Karhutla ini merupakan yang pertama Indonesia. Berlangsung selama tiga hari, kegiatan ini bentuk nyata komitmen daerah daalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jambore melibatkan 2.000 pesera dari TNI-Polri, instansi pemerintah, kalangan pendidikan, hingga masyarakat umum. Kegiatan ini jadi momentum penting untuk membangun solidaritas lintas sektor serta memperkuat edukasi lingkungan kepada generasi muda, khususnya generasi Z.
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bertindak sebagai inspektur upacara pembukaan Jambore Karhutla 2025, Jumat (25/4/2025). Kegiatan diawali pembacaan Deklarasi Jambore 2025.
Hadir Kabareskrim Polri, Dankorbrimob Polri, Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops), Kadivpropam, Kadivhumas, dan Kakorlantas Polri.
Hadir Kabareskrim Polri, Dankorbrimob Polri, Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops), Kadivpropam, Kadivhumas, dan Kakorlantas Polri. Danrem 031 Wira Bima Brigjen TNI Sugiyono, Danlanud RsN Pekanbaru Marsma TNI Feri Yunaldi, Kajati Riau akmal abbas, Danlanal Dumai, Bupati/Walikota, Kapolres.
Dari jajaran kementerian, hadir Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, Deputi Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup RI, Irjen Rizal Irawan, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI, Brigjen Parwito dan Kolonel Anang Hasto Utomo.
Dirjen Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri, Dr. Safrizal ZA, dan Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Lukmansyah.
Keterlibatan penuh dari institusi kepolisian ini dan pemerintah pusat serta daerab menunjukkan komitmen serius dalam menerapkan pendekatan Green Policing, yaitu kepolisian yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
“Jambore Karhutla ini adalah ruang edukasi langsung yang menyasar generasi muda agar mereka memahami bahwa membakar hutan itu merusak dan harus dihentikan. Harapannya, hutan di Riau ke depan akan lebih terjaga oleh generasi yang peduli lingkungan,” ujar Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan.
Kegiatan ini juga sejalan dengan visi Green Policing yang diusung oleh Kapolda Riau, yakni pendekatan kepolisian yang berpihak pada kelestarian lingkungan melalui edukasi, kemitraan, dan penegakan hukum berbasis ekologi.
Dalam kerangka ini, kepolisian tidak hanya berperan saat bencana terjadi, tetapi juga aktif membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga alam.
Lebih dari itu, Jambore Karhutla 2025 menjadi bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Menanam (GERINA) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan menggalakkan penanaman pohon secara masif sebagai solusi jangka panjang atas degradasi hutan, perubahan iklim, dan potensi kebakaran lahan.
Dengan mengusung semangat “Siap, Tanggap, Tangguh”, para peserta jambore yang terdiri dari pelajar, relawan, dan tokoh pemuda mengikuti berbagai pelatihan mitigasi bencana, simulasi penanggulangan karhutla, diskusi lingkungan, serta aksi tanam pohon sebagai wujud nyata kontribusi generasi muda terhadap kelestarian bumi.
“Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas pemerintah. Kita ingin membentuk generasi yang tidak hanya sadar akan pentingnya menjaga hutan, tetapi juga berani bertindak,” tegas Irjen Herry. *