Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Hadapi Tantangan Global, Gapki Berharap Kenaikan PE Ditunda
etalase | Kamis, 22 Mei 2025 | 18:39:54 WIB
Editor : herlina | Penulis : herlina

PEKANBARU - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono berharap pemerintah melakukan penundaan kenaikan tarif pajak ekspor CPO karena situasi global yang masih belum menentu. Apalagi terjadi pula perang antara India dan Pakistan. Padahal keduanya adalah importir CPO dari Indonesia.

Hal itu diungkapkannya saat memberi sambutan dalam Andalas Forum V yang dilaksanakan oleh GAPKI Riau, 22-23 Mei 2025, di SKA Co EX Pekanbaru.

Acara itu bertemakan "Hambatan, Tantangan, dan Sinergi dalam Pengelolaan Industri Kelapa Sawit Indonesia yang Berkelanjutan."

Baca :

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan tema yang diangkat sangat relevan dengan situasi saat ini. Menurutnya, industri sawit tengah menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam negeri maupun tekanan global yang tak mudah untuk dihadapi.

“Hambatan-hambatan ini masih terus ada dan memerlukan perhatian bersama. Di sisi lain, kita juga dituntut untuk mengambil peran dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Eddy Martono dalam sambutannya.

Ia juga menekankan pentingnya peran pemerintah dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi industri sawit nasional. Menurutnya, sektor ini sangat penting karena memberikan kontribusi besar bagi pendapatan negara, penghidupan petani, dan penyerapan tenaga kerja.

Eddy mengingatkan bahwa saat banyak industri lain mengalami penurunan, bahkan pemutusan hubungan kerja pada 2021 dan 2022, industri sawit masih bisa bertahan. Karena itu, ia menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan industri kelapa sawit di Indonesia secara berkelanjutan dan berdaya saing.

Keynote speaker mewakili Menteri Pertanian,  Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Heru Tri Widarto, berharap event Forum Andalas ini memberi banyak masukan positif bagi pemerintah sehingga kebijakan dapat lebih memahami keinginan para pelaku industri sawit.

Heru menyebutkan bahwa tantangan-tantangan tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Ia menyinggung situasi geopolitik seperti konflik India dan Pakistan, serta kebijakan Amerika Serikat, yang turut mempengaruhi ekspor sawit Indonesia. 

Karena itu, forum seperti ini penting untuk menjadi wadah diskusi yang bisa menghasilkan solusi konkret demi menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan industri secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang hadir mewakili Gubernur Riau, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini di Riau. Ia menilai forum ini sangat strategis karena Riau merupakan salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Indonesia. 

“Kami berharap dari kegiatan ini akan lahir rekomendasi yang bisa memperkuat tata kelola sawit berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan petani sawit di Riau,” ujarnya.

Sementara itu ketua panitia pelaksana Andalas Forum V, Dede Putra Kurniawan, mengatakan bahwa forum ini menjadi ruang diskusi dan pameran bagi para pelaku industri sawit untuk bertukar ide dan pengalaman, sekaligus memamerkan berbagai produk unggulan dari masing-masing perusahaan.

Beragam perusahaan besar yang bergerak di sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit turut serta dalam kegiatan ini. Mereka menampilkan berbagai inovasi produk serta teknologi pengolahan sawit yang lebih ramah lingkungan. 

Selain itu, forum ini juga menjadi ajang promosi dan kolaborasi antar pelaku usaha dalam rangka menciptakan industri sawit yang berkelanjutan.

“Kegiatan ini kami rancang sebagai sarana berbagi pengalaman dan menjalin sinergi antar pelaku usaha, agar bisa bersama-sama mengembangkan industri sawit yang ramah lingkungan,” kata Dede.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, sponsor, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya forum ini. Menurutnya, kolaborasi yang terjalin menjadi kunci untuk menciptakan industri sawit yang adaptif dan berkelanjutan di masa depan.

Andalas Forum V ini tidak hanya menjadi tempat berdiskusi, tetapi juga menjadi ajang edukasi dan pengenalan terhadap perkembangan industri sawit Indonesia kepada masyarakat luas. Dengan semangat sinergi, diharapkan pelaku usaha dan pemangku kepentingan dapat terus mendorong transformasi industri sawit ke arah yang lebih baik. (lin)

Terbaru
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum