Jan 2026
12

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Polda Riau Ungkap Praktik Beras Oplosan, Pelaku Raup Untung Berlipat Ganda
hukum | Sabtu, 26 Juli 2025 | 22:09:42 WIB
Editor : Novia | Penulis : Linda

PEKANBARU – Kepolisian Daerah (Polda) Riau melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) mengungkap praktik pengoplosan dan pengemasan ulang (repacking) beras yang merugikan konsumen.

Pengungkapan dilakukan Subdit I Indaksi di sebuah distributor di Jalan Pemasyarakatan, Kota Pekambaru, Sabtu (26/7/2025). Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).

Di lokasi, penyidik langsung mengamankan distributor berinisial RG. Dia langsung digiring ke Mapolda Riau untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca :

Irrjen Herry mengatakan pengungkapan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Kapolri terkait penindakan terhadap praktik-praktik curang yang merugikan masyarakat di sektor pangan.

“Hari ini saya akan menyampaikan kegiatan atau upaya-upaya yang sudah dilakukan oleh jajaran Polda Riau, terutama dari Ditreskrimsus, dalam rangka melaksanakan arahan dan perintah Bapak Kapolri, menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang merugikan konsumen,” ujar Irjen Herry.

Menurutnya, praktik kejahatan ini sangat meresahkan karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Salah satu modus yang diungkap adalah pengoplosan beras medium dengan beras kualitas rendah.

Beras oplosan itu dikemas ulang menggunakan karung resmi beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) milik Bulog, ukuran 5 kilogram. Beras tersebut dijual seharga Rp13.000 per kilogram, padahal modal pelaku hanya Rp6.000–Rp8.000.

“Kita ketahui bersama bahwa beras SPHP ini adalah program stabilitas pasokan dan harga pangan. Diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 agar seluruh masyarakat dapat menjangkau kebutuhan pangan dengan harga terjangkau,” jelas Irjen Herry.

Modus kedua yang digunakan pelaku adalah repacking beras kualitas rendah ke dalam kemasan beras bermerek premium, seperti Airan, Family, Anak Daro Merah, dan Kuriak Kusuik. 

"Beras tersebut didatangkan dari salah satu kabupaten di Riau, lalu dijual seolah-olah sebagai beras premium," tutur Irjen Herry.

Dari pengungkapan tersebut, aparat berhasil menyita sekitar 8–9 ton beras oplosan dan kemasan palsu. Irjen Herry memastikan bahwa kasus ini akan diproses secara terbuka dan transparan kepada publik.

Ia juga menyinggung, Presiden RI sebelumnya pernah menyampaikan bahwa kejahatan dalam sektor pangan ini tergolong serius, karena negara telah menggelontorkan banyak anggaran melalui subsidi pupuk, pembangunan irigasi, hingga penyediaan waduk untuk mendukung sektor pertanian.

"Namun ada pelaku kejahatan yang memanfaatkan ini semua untuk keserakahan dan kepentingan pribadi. Ini yang disebut Pak Presden sebagai serakahnomic atau sebagai kejahatan ekonomi,” tutur Irjen Herry.

Irjen Herry menegaskan, hingga saat ini, seluruh jajaran di tingkat Polres se-Riau terus bekerja untuk mengungkap praktik-praktik serupa yang merugikan masyarakat dan negara. 

Sementara, Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan menyebut, saat ini penyidik masih melakukan pengembangan kemana beras-beras itu didistribusikan.

Ia menyebutkan beras yang telah dipplos diedarkan ke lebih dari 20 minimarket dan toko di wilayah Pekanbaru, seolah-olah berstatus resmi sebagai beras subsidi dari pemerintah.

Saat ini, penyidikan terus diperluas untuk melacak sumber karung SPHP serta menelusuri jalur distribusi ke toko-toko pengecer yang menjual beras oplosan ini.*

Terbaru
dunia
Trump Tegaskan AS Harus Kuasai Greenland Sebelum China atau Rusia
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:29:35 WIB
kampar
Elevasi Waduk Naik 1,97 Meter, Ini Penjelasan Manager PLTA Koto Panjang
Minggu, 11 Januari 2026 | 20:09:49 WIB
inhu
Bupati Apresiasi PSMTI Run Indragiri Hulu
Minggu, 11 Januari 2026 | 19:06:43 WIB
politik
Setelah Tertunda, Muhariza Dilantik Jadi Ketua DPC PDI Perjuangan Rohil
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:00:00 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum