Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Hasil Laboratorium Tegaskan Negatif Cacar Monyet
Komorbid Jadi Penyebab Santri di Kepulauan Meranti Meninggal
meranti | Rabu, 24 September 2025 | 20:14:29 WIB
Editor : Linda | Penulis : Ali Imron

SELATPANJANG — Kekhawatiran warga Kepulauan Meranti akhirnya terjawab. Dua santri yang sempat diduga terinfeksi cacar monyet (Monkeypox/Mpox), yakni BS (13) dan ZU (17), dipastikan negatif setelah hasil uji laboratorium dari Kementerian Kesehatan keluar.

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti, Ade Suhartian, dalam konferensi pers yang digelar di Ruang Command Center Dinas Kominfotik, Rabu (24/9/2025). Ia turut didampingi oleh Kepala Dinas Kominfotik, Muhlisin, dan Kepala UPT RSUD Kepulauan Meranti, Muhamad Sardi.

“Alhamdulillah, hasil pemeriksaan laboratorium menyatakan keduanya negatif monkeypox. Ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang sempat resah,” ujar Ade.

Baca :

Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap memperketat pengawasan di wilayah perbatasan, mengingat Kepulauan Meranti merupakan daerah pesisir yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, sehingga rentan terhadap penyebaran penyakit menular.

Salah satu dari dua santri, BS, meninggal dunia usai dirawat intensif. Setelah dilakukan investigasi epidemiologi dan koordinasi dengan pakar dari Kementerian Kesehatan, BS diketahui menderita varisela (cacar air) yang diperparah oleh penyakit penyerta (komorbid).

“Virus varisela menyerang daya tahan tubuh. Dalam kasus BS, ia mengalami kondisi berat karena memiliki komorbid. Ketika dibawa ke RSUD, keadaannya sudah sangat memburuk,” jelas Ade.

Sementara itu, ZU berhasil melalui masa kritis dan telah dipulangkan ke rumah setelah kondisinya membaik. Pihak Dinas Kesehatan menyatakan tetap melakukan pemantauan terhadap santri tersebut untuk memastikan pemulihan total.

Ade menjelaskan bahwa spesimen kedua santri dikirim melalui Dinas Kesehatan Provinsi Riau ke Laboratorium Biologi Kemenkes di Jakarta pada 20 September 2025. Hasil laboratorium diterima secara lisan pada malam 23 September dan secara tertulis pada pagi harinya.

“Kami mohon maaf karena baru bisa menyampaikan hasil ini hari ini. Ada tahapan pelaporan ke pimpinan yang harus kami lakukan terlebih dahulu,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik pemerintah maupun swasta, yang telah membantu penanganan kasus ini.

 “Kami mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah berkontribusi menangani kasus ini dengan cepat dan tepat,” ujar Ade.

Kepanikan warga sempat meningkat setelah beredarnya sebuah video viral yang menampilkan salah satu santri dalam kondisi kesakitan sebelum akhirnya meninggal dunia. Video tersebut menyebar luas di media sosial dan menimbulkan keresahan publik.

Pihak Dinas Kesehatan dan Kominfotik menyayangkan penyebaran video tersebut yang dinilai tidak beretika dan dapat berdampak psikologis pada keluarga serta masyarakat luas.

“Kami harap masyarakat bijak dalam bermedia sosial. Jangan menyebarkan informasi atau video tanpa memikirkan dampaknya,” tegas Muhlisin.

Pengalaman ini menjadi evaluasi penting bagi Dinas Kesehatan Kepulauan Meranti. Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) telah menyiapkan tim gerak cepat yang siaga 24 jam untuk menghadapi potensi penyebaran penyakit menular.

 “Ke depan, kami akan memperkuat sistem respon cepat, termasuk koordinasi lintas sektor. Penanganan penyakit menular harus dilakukan seefektif mungkin,” kata Ade.

Kepala UPT RSUD Kepulauan Meranti, Muhamad Sardi, juga mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gejala penyakit yang mencurigakan.

“Jangan tunggu sampai kondisi parah. Segera ke Puskesmas atau RSUD jika mengalami gejala seperti cacar. Dalam kasus BS, ia dibawa ke RSUD dalam keadaan sangat buruk hingga sulit bernapas,” jelas Sardi.

Dinas Kesehatan memastikan tidak ada penyebaran lanjutan dari kasus ini. Dari hasil penelusuran kontak erat terhadap 23 orang, lima orang mengalami demam dan dua di antaranya menunjukkan gejala varisela. Namun seluruhnya kini telah dinyatakan membaik.

“Tidak ditemukan penambahan kasus baru. Kondisi lima orang yang sempat demam juga sudah pulih,” ujar Ade.

Ade kembali mengingatkan pentingnya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai langkah pencegahan. Menurutnya, penyakit seperti varisela bisa menular melalui kontak langsung maupun benda yang terkontaminasi.

“Antisipasi terbaik adalah menjaga kebersihan, memperhatikan asupan makanan, dan rutin berolahraga. Semua itu memperkuat daya tahan tubuh,” tutup Ade.*

 

 

 

 

 

Terbaru
huawen
Ketua dan Pengurus Icati Riau Periode 2026-2029 Dilantik
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:35:32 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
potensa
Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Naik
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53:27 WIB
etalase
Tutup Buku Tahun 2025, Dana Tabungan BRK Syariah Tumbuh 7 Persen
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:15:19 WIB
华 闻
Ketua dan Pengurus Icati Riau Periode 2026-2029...
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:35:32 WIB
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum