Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Pj Sekda Pelalawan Dampingi Menteri LH Buka AsiaFlux Conference 2025
pelalawan | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:16:33 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rls

PANGKALAN KERINCI - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan mewakili Bupati Zukri mendampingi kunjungan kerja (kunker) Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Pelalawan, Riau, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam kunkernya, Menteri Hanif membuka AsiaFlux Conference 2025 yang digelar di PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Pada ajang AsiaFlux Conference 2025, forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, dan praktisi lingkungan dari 29 negara, KLH/BPLH memamerkan capaian konkret dan inovasi sains yang menjadikan Indonesia pusat pembelajaran restorasi gambut di Asia.

Tengku Zulfan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyambut baik pelaksanaan AsiaFlux Conference 2025 di Pangkalan Kerinci tersebut. "Pemkab Pelalawan mendukung program restorasi gambut ini untuk lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Baca :

Dalam keterangan resminya, KLH/BPLH menyebutkan bahwa Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam aksi iklim dan restorasi ekosistem gambut tropis. 

“Restorasi gambut bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan fondasi ketahanan iklim nasional,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq. “Keberhasilan restorasi lahir ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan kearifan lokal—ketika masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi pengelola ekosistemnya," sambungnya.

Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 24,6 juta hektare lahan, termasuk 4,16 juta hektare ekosistem gambut yang dibasahi kembali. Pemerintah juga telah membangun 45 ribu sekat kanal dan menanam kembali berbagai spesies asli seperti jelutung, ramin, dan balangeran.

KLH/BPLH memperkuat fondasi ilmiah restorasi melalui pendekatan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan layanan digital Sistem Informasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (SiPPEG) yang memantau kondisi gambut secara real-time. Pendekatan berbasis data ini berpadu dengan kearifan lokal, menciptakan tata kelola adaptif yang selaras dengan kondisi sosial dan ekologi di lapangan.

Lebih dari sekadar proyek lingkungan, restorasi gambut kini menjadi gerakan kolaboratif nasional. Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), sebanyak 1.100 desa telah menjadi pengelola aktif ekosistemnya. Perempuan dan pemuda berperan penting sebagai motor ekonomi hijau, mengembangkan usaha madu kelulut, kerajinan serat alam, dan ekowisata berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 dan target FOLU Net Sink 2030, menjadikan restorasi gambut sebagai pilar utama penguatan ketahanan iklim, sosial, dan ekonomi Indonesia. Pendekatan ilmiah yang dikembangkan KLH/BPLH membuktikan bahwa pemulihan alam dapat menjadi investasi strategis menuju pembangunan rendah karbon.

Ketua Komite Penyelenggara AsiaFlux Conference 2025 Chandra S Desmukh menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lahan berkelanjutan. 

“AsiaFlux bukan hanya tentang menara pemantau flux, tetapi tentang kolaborasi orang-orang di baliknya, mulai dari ilmuwan , pembuat kebijakan, serta masyarakat. Tahun ini, Komite Penyelenggara AsiaFlux Conference 2025 menyambut lebih dari 300 peserta dari 29 negara, mewakili universitas, lembaga riset, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan lahan berkelanjutan serta mendukung target FOLU Net Sink 2030 Indonesia dan tujuan iklim global,” ujar Chandra.

Menteri Hanif menutup dengan ajakan: “Kita tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi harus menghadirkan ilmu pengetahuan yang memperkuat nilai kompetitif dan keberlanjutan alam Indonesia".

Dengan visi kuat dan komitmen nyata, KLH/BPLH membawa Indonesia menempati posisi terdepan dalam aksi iklim global—menunjukkan bahwa restorasi ekosistem bukan hanya tanggung jawab, tetapi kebanggaan dan peluang menuju masa depan yang lestari.*

Terbaru
huawen
Ketua dan Pengurus Icati Riau Periode 2026-2029 Dilantik
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:35:32 WIB
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
potensa
Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Naik
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53:27 WIB
etalase
Tutup Buku Tahun 2025, Dana Tabungan BRK Syariah Tumbuh 7 Persen
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:15:19 WIB
华 闻
Ketua dan Pengurus Icati Riau Periode 2026-2029...
Minggu, 11 Januari 2026 | 15:35:32 WIB
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum