Jun 2026
30

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Pj Sekda Pelalawan Dampingi Menteri LH Buka AsiaFlux Conference 2025
pelalawan | Kamis, 23 Oktober 2025 | 18:16:33 WIB
Editor : wislysusanto | Penulis : rls

PANGKALAN KERINCI - Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan Tengku Zulfan mewakili Bupati Zukri mendampingi kunjungan kerja (kunker) Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq di Pelalawan, Riau, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam kunkernya, Menteri Hanif membuka AsiaFlux Conference 2025 yang digelar di PT RAPP, Pangkalan Kerinci, Pelalawan. Pada ajang AsiaFlux Conference 2025, forum ilmiah bergengsi yang mempertemukan ilmuwan, pembuat kebijakan, dan praktisi lingkungan dari 29 negara, KLH/BPLH memamerkan capaian konkret dan inovasi sains yang menjadikan Indonesia pusat pembelajaran restorasi gambut di Asia.

Tengku Zulfan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menyambut baik pelaksanaan AsiaFlux Conference 2025 di Pangkalan Kerinci tersebut. "Pemkab Pelalawan mendukung program restorasi gambut ini untuk lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Baca :

Dalam keterangan resminya, KLH/BPLH menyebutkan bahwa Indonesia menegaskan posisinya sebagai pemimpin global dalam aksi iklim dan restorasi ekosistem gambut tropis. 

“Restorasi gambut bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan fondasi ketahanan iklim nasional,” ujar Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq. “Keberhasilan restorasi lahir ketika ilmu pengetahuan berpadu dengan kearifan lokal—ketika masyarakat bukan hanya penerima manfaat, tetapi pengelola ekosistemnya," sambungnya.

Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah merehabilitasi lebih dari 24,6 juta hektare lahan, termasuk 4,16 juta hektare ekosistem gambut yang dibasahi kembali. Pemerintah juga telah membangun 45 ribu sekat kanal dan menanam kembali berbagai spesies asli seperti jelutung, ramin, dan balangeran.

KLH/BPLH memperkuat fondasi ilmiah restorasi melalui pendekatan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) dan layanan digital Sistem Informasi Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (SiPPEG) yang memantau kondisi gambut secara real-time. Pendekatan berbasis data ini berpadu dengan kearifan lokal, menciptakan tata kelola adaptif yang selaras dengan kondisi sosial dan ekologi di lapangan.

Lebih dari sekadar proyek lingkungan, restorasi gambut kini menjadi gerakan kolaboratif nasional. Melalui program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG), sebanyak 1.100 desa telah menjadi pengelola aktif ekosistemnya. Perempuan dan pemuda berperan penting sebagai motor ekonomi hijau, mengembangkan usaha madu kelulut, kerajinan serat alam, dan ekowisata berkelanjutan.

Langkah ini sejalan dengan arah RPJMN 2025–2029 dan target FOLU Net Sink 2030, menjadikan restorasi gambut sebagai pilar utama penguatan ketahanan iklim, sosial, dan ekonomi Indonesia. Pendekatan ilmiah yang dikembangkan KLH/BPLH membuktikan bahwa pemulihan alam dapat menjadi investasi strategis menuju pembangunan rendah karbon.

Ketua Komite Penyelenggara AsiaFlux Conference 2025 Chandra S Desmukh menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam mendorong pengelolaan lahan berkelanjutan. 

“AsiaFlux bukan hanya tentang menara pemantau flux, tetapi tentang kolaborasi orang-orang di baliknya, mulai dari ilmuwan , pembuat kebijakan, serta masyarakat. Tahun ini, Komite Penyelenggara AsiaFlux Conference 2025 menyambut lebih dari 300 peserta dari 29 negara, mewakili universitas, lembaga riset, pemerintah, sektor swasta, dan organisasi masyarakat sipil. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam mendorong pengelolaan lahan berkelanjutan serta mendukung target FOLU Net Sink 2030 Indonesia dan tujuan iklim global,” ujar Chandra.

Menteri Hanif menutup dengan ajakan: “Kita tidak boleh hanya mengeksploitasi sumber daya alam, tetapi harus menghadirkan ilmu pengetahuan yang memperkuat nilai kompetitif dan keberlanjutan alam Indonesia".

Dengan visi kuat dan komitmen nyata, KLH/BPLH membawa Indonesia menempati posisi terdepan dalam aksi iklim global—menunjukkan bahwa restorasi ekosistem bukan hanya tanggung jawab, tetapi kebanggaan dan peluang menuju masa depan yang lestari.*

Terbaru
sportainment
Paraguay Singkirkan Jerman Lewat Adu Penalti
Selasa, 30 Juni 2026 | 08:50:16 WIB
potensa
KKKS EMP Energi Riau Perluas Akses Pendidikan Anak Talang Mamak
Senin, 29 Juni 2026 | 21:45:45 WIB
pekanbaru
Pemprov Riau Dorong PTS Cetak SDM Unggul
Senin, 29 Juni 2026 | 18:06:54 WIB
etalase
UIR Education Expo di LW Disambut Antusias Masyarakat
Senin, 29 Juni 2026 | 10:50:52 WIB
pekanbaru
Tunggakan Pajak Kendaraan di Kuansing Capai Rp20,7 Miliar
Minggu, 28 Juni 2026 | 20:56:13 WIB
华 闻
Andrie Djaja Kembali Pimpin FOBI...
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:36:14 WIB
HUT Dewa Kwan Te Kong di Kwan Te Karya Agung...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:52:06 WIB
Artikel Popular
politik
hukum
Nasional
PT Inti Indosawit Subur Perkuat Program CSR di...
Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:07:59 WIB