|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Ratusan warga memadati Masjid At-Taqwa di Dusun Paduko Ghajo, Desa Padang Mutung, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (31/10/2025). Mereka datang untuk menerima bantuan sembako gratis yang dibagikan oleh Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, pengelola kebun kelapa sawit di wilayah tersebut.
Sejak pagi sekitar pukul 07.00 WIB, warga mulai berdatangan. Sebagian datang bersama anak-anak, sementara yang lain tampak membawa orang tua lanjut usia. Sambil menunggu, mereka duduk di teras masjid dengan penuh harap.
Sekitar dua jam kemudian, rombongan pembawa bantuan tiba dengan dua mobil double cabin bermuatan beras SPHP. Rombongan ini dipimpin oleh Ketua Pembina Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, Pebriyan Winaldy, didampingi Kapolsek Kampar AKP Asdisyah Mursyid dan perwakilan TNI.
Suasana antusias segera terasa. Setelah pengarahan singkat dari pihak penyelenggara dan kepala desa setempat, pembagian beras pun dimulai. Warga dengan tertib menunggu giliran untuk menerima bantuan.
Salah satu penerima bantuan, Marawiah (73), tak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah menerima beras 10 kilogram.
“Alhamdulillah, nak, bantuan beras ini sangat berarti bagi nenek. Bahagia sekali. Kebetulan beras juga sudah mau habis,” ujar Marawiah dengan senyum merekah.
Sambil menenteng beras, ia berharap bantuan seperti ini bisa diberikan secara rutin, terutama di tengah harga kebutuhan pokok yang terus naik.
“Harga cabai merah di sini mahal sekali, Rp80.000 sampai Rp90.000 per kilogram. Biasanya cuma Rp30.000 hingga Rp40.000. Sekarang kami cuma beli dua ons atau seperempat kilogram karena harus berhemat. Kalau setiap minggu ada bantuan beras, uangnya bisa dipakai beli cabai,” jelasnya.
Hal senada diungkapkan Ernawati (48), ibu rumah tangga yang juga menerima bantuan.
“Bersyukur sekali dapat bantuan beras ini. Karena beras di rumah sudah habis. Kami sekarang terpaksa irit karena harga sembako mahal, salah satunya cabai merah. Kalau bisa setiap minggu ada bantuan seperti ini, karena kami di pelosok sangat butuh,” katanya.
Dalam waktu sekitar satu setengah jam, seluruh beras dari dua mobil tersebut selesai dibagikan. Proses distribusi berjalan lancar dengan bantuan perangkat desa setempat.
Ketua Pembina Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama, Pebriyan Winaldy, menjelaskan bahwa pembagian beras ini merupakan bagian dari program “Jumat Berkah” yang digagas kelompoknya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat sekitar.
“Ya, hari ini kami dari Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama menyalurkan bantuan beras melalui program Jumat Berkah. Warga sangat antusias menyambut bantuan ini,” ujar Pebriyan.
Ia menuturkan, total beras yang disalurkan mencapai 6 ton, dengan penerima manfaat sebanyak 600 orang.
“Saya jadi terharu melihat warga sangat bahagia mendapat bantuan beras ini. Karena itu, ke depan kami akan rutin mengadakan kegiatan sosial seperti ini,” tambahnya.
Lebih lanjut, Pebriyan menjelaskan bahwa Kelompok Tani Kampar Jaya Bersama dipercaya untuk mengelola lahan perkebunan kelapa sawit seluas 1.070 hektare yang sebelumnya disita oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH).
Lahan tersebut kini berada di bawah pengelolaan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero), yang kemudian bekerja sama dengan kelompok tani melalui pola Kerja Sama Operasional (KSO).
“Alhamdulillah, kami dipercaya oleh negara untuk mengelola dan merawat kebun ini sebaik mungkin. Lahan ini dulunya milik eks PT Makmur Jaya Sentosa di Desa Padang Mutung,” jelas Pebriyan.
Ia menambahkan, selama puluhan tahun kebun sawit tersebut tidak memberikan manfaat bagi warga maupun negara karena berstatus ilegal.
Kini, setelah dikelola negara melalui kelompok tani, hasilnya diharapkan dapat memberikan kontribusi ekonomi dan sosial bagi masyarakat tempatan.
“Sesuai harapan Presiden kita, Bapak Prabowo Subianto, lahan yang disita negara harus memberikan devisa bagi negara dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kami, putra-putra daerah Kampar, siap membuka lapangan kerja bagi warga yang ingin bergabung,” pungkasnya.*