|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau menjadi salah satu garda terdepan dalam Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana 2025 yang digelar di Lapangan Mapolda Riau, Jalan Pattimura, Rabu (5/11/2025).
Apel ini dipimpin langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo dan unsur Forkopimda Riau lainnya.
Dalam apel tersebut, dilakukan pula penyerahan peralatan penanganan bencana kepada perwakilan TNI, Polri, dan BPBD sebagai simbol sinergi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana di Provinsi Riau.
Sebagai satuan dengan kemampuan khusus, Korps Brimob Polda Riau menurunkan tim tanggap darurat terlatih, terdiri atas Tim SAR Brimob, Tim Kesehatan Lapangan, dan Kompi Tanggap Bencana.
Personel dilengkapi dengan kendaraan taktis, perahu karet, alat selam, tenda lapangan, dapur umum, genset, hingga perlengkapan medis darurat, untuk mendukung operasi penyelamatan di wilayah terdampak bencana, baik di medan berat maupun di kawasan banjir.
Dansat Brimob Polda Riau Kombes Pol I Ketut Gede Adi Wibawa menyampaikan bahwa kesiapsiagaan ini merupakan bentuk nyata komitmen Brimob dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Brimob selalu siap siaga di garis depan, baik dalam menghadapi situasi kontinjensi maupun bencana alam. Tugas ini adalah wujud pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Sementara itu, dalam amanatnya, Kapolda Riau Irjen Pol Hery Heryawan menegaskan bahwa apel kesiapan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Riau.
“Negara harus selalu hadir untuk melindungi rakyat dari segala ancaman, termasuk bencana alam. Tugas ini bukan sekadar tanggung jawab, melainkan juga panggilan moral dan bentuk pengabdian tulus terhadap kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan “Ring of Fire”, dengan tingkat kerawanan bencana yang sangat tinggi di dunia.
“Untuk itu dibutuhkan langkah strategis yang komprehensif, responsif, dan berkesinambungan dalam rangka mencegah berbagai potensi bencana tersebut,” kata Irjen Herry.*