|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau meningkatkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) seiring tingginya intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, pemantauan juga dilakukan bersama BPBD kabupaten/kota untuk memastikan seluruh daerah siaga terhadap potensi banjir.
"Kita terus melakukan pemantauan terkait tingginya intensitas hujan belakangan ini. Koordinasi berjalan baik dengan BMKG maupun BPBD di daerah," ujar Kepala BPBD dan Damkar Riau, Edy Afrizal, Senin (24/11/25).
Selain memonitor curah hujan, BPBD Riau turut mengawasi elevasi air di Danau PLTA Koto Panjang, Kampar. Kenaikan permukaan air berpotensi memengaruhi kebijakan pembukaan pintu air yang dapat berdampak pada wilayah hilir.
Edy mengungkapkan bahwa pihaknya baru-baru ini menghadiri apel gelar pasukan di Polda Riau dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem. Langkah ini merupakan bagian dari upaya antisipasi terpadu lintas sektor.
BPBD Riau juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk segera menetapkan status siaga bencana. Tak hanya terkait banjir, status siaga juga diperlukan untuk mengantisipasi tanah longsor, terutama di daerah dengan kontur perbukitan seperti Kampar dan Kuantan Singingi (Kuansing).
"Kita sudah meminta kabupaten/kota agar segera menetapkan status siaga. Sehingga ketika terjadi bencana, seluruh unsur sudah siap," tegas Edy.
Dengan intensitas hujan yang masih tinggi, BPBD Riau mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, longsor, dan dampak cuaca ekstrem lainnya.*