|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya, menegaskan pentingnya keberanian para guru untuk berubah dan beradaptasi dengan dinamika pendidikan modern. Pesan disampaikannya saat membuka kegiatan Capacity Building Penguatan Deep Learning di Menara Dang Merdu BRKS, Rabu (10/12).
Erisman menekankan bahwa perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan tuntutan kompetisi global menuntut dunia pendidikan bergerak lebih cepat. "Kita harus mempercepat langkah agar mampu menyesuaikan ritme dan memperbaiki cara kita mengajar dan belajar," ujarnya.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Guru harus siap bertransformasi, kepala sekolah harus mampu mengayomi, dan pengawas harus mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang progresif.
Erisman menjelaskan bahwa penguatan deep learning bertujuan mencetak guru dan siswa yang kreatif, mandiri, dan kritis. Ia mengingatkan agar pelatihan tidak hanya menjadi formalitas.
"Guru jangan hanya pulang membawa sertifikat, tetapi membawa kesadaran baru, keberanian baru, dan cara bekerja serta mengajar yang lebih baik," tegasnya.
Ia menilai keberhasilan pendidikan bukan ditentukan oleh banyaknya aturan, melainkan dari dampak nyata pada proses belajar siswa. Karena itu, deep learning harus menjadi budaya pembelajaran, di mana siswa diberi ruang untuk mengeksplorasi rasa ingin tahu dan menemukan hal-hal baru.
"Kelas yang bagus bukanlah kelas yang sunyi, tetapi kelas yang bising oleh ide, percakapan, dan kolaborasi," katanya.
Erisman juga menyoroti pentingnya sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga perguruan tinggi, dalam memperkuat kualitas pendidikan di Riau. Kolaborasi ini, katanya, merupakan fondasi penting bagi kemajuan pendidikan yang berkelanjutan.
Terakhir, ia kembali menekankan dan mengajak seluruh guru untuk berani mencoba hal baru. "Tidak ada perubahan tanpa keberanian, dan tidak ada inovasi tanpa percobaan. Masa depan pendidikan dibuktikan oleh apa yang terjadi di ruang kelas, di hati guru, dan pada diri para siswa," ujarnya optimistis.
Dengan semangat pembaruan dan komitmen bersama, Erisman yakin masa depan pendidikan di Provinsi Riau akan semakin berkualitas dan kompetitif.*