|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Kampar resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Dengan keputusan tersebut, kini sudah sembilan dari dua belas kabupaten/kota di Provinsi Riau yang mengaktifkan status kewaspadaan menghadapi potensi banjir, longsor dan cuaca ekstrem.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, menjelaskan, sembilan daerah yang telah menetapkan status siaga darurat meliputi Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Siak, Rokan Hilir (Rohil), Indragiri Hilir (Inhil), Bengkalis, Kuantan Singingi (Kuansing), Kampar, Kota Pekanbaru, dan Kota Dumai.
"Ya, kini sudah sembilan daerah di Riau yang menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi," ujarnya, Kamis (11/12/2025).
Dengan begitu, tersisa tiga daerah yang belum mengambil langkah serupa, yakni Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Pelalawan, dan Kepulauan Meranti.
BPBD Damkar Riau mendorong ketiga daerah tersebut untuk segera menetapkan status siaga, mengingat penetapan ini menjadi dasar penting untuk percepatan penanganan saat bencana terjadi.
"Kami mendorong agar daerah yang belum menetapkan, segera menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi, agar ketika terjadi bencana dapat segera dilakukan tindakan," tegas Edy.
Musim hujan yang mulai intens sejak awal Desember membuat potensi bencana hidrometeorologi semakin tinggi. Pemerintah provinsi meminta seluruh daerah bersiap, termasuk dengan memastikan kesiagaan personel, logistik, dan jalur evakuasi.*