Jul 2026
13

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Anak Gajah 'Laila' Mati karena Virus EEHV
bengkalis | Senin, 15 Desember 2025 | 18:49:23 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N
Foto dok. BBKSDA Riau

PEKANBARU — Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengumumkan hasil pemeriksaan laboratorium terkait kematian anak Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) bernama Laila yang berada di Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Sebelum mati, gajah berusia 1 tahun 6 bulan itu sempat menunjukkan penurunan kondisi kesehatan dan terlihat kurang aktif. Tim dokter hewan bersama mahout telah melakukan penanganan medis. Namun, pada 22 November 2025, Laila dinyatakan tidak dapat diselamatkan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel jaringan dan organ yang dilakukan oleh Medica Satwa Laboratoris di Bogor, diketahui bahwa Laila positif terinfeksi Virus Elephant Endotheliotropic Herpesvirus (EEHV).

Baca :

“Virus EEHV terdeteksi menyerang organ hati (hepar) dan menjadi penyebab utama kematian anak gajah tersebut,” ujar Supartono, Senin (15/12/2025).

EEHV merupakan jenis virus herpes yang secara khusus menyerang gajah, terutama anak gajah. Penyakit ini dikenal sangat mematikan karena perkembangannya yang cepat dan tingkat keberhasilan penanganannya yang masih terbatas.

"Virus EEHV hanya menular antar sesama gajah dan tidak menular kepada manusia maupun hewan lain," kata Supartono.

Sebagai langkah tindak lanjut, BBKSDA Riau terus meningkatkan pengawasan kesehatan gajah di pusat-pusat konservasi melalui pemantauan rutin, pemeriksaan medis berkala, serta penguatan prosedur penanganan penyakit satwa liar. 

Untuk diketahui, Laila lahir pada 6 April 2024 dari induk bernama Puja dan pejantan Sarma. Dua hari sebelum kematian, Laila terlihat kurang aktif dari biasanya tapi nafsu makan dan minumnya masih normal.

Supartono menjelaskan tim medis segera melakukan pemeriksaan terhadap Laila. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan suhu tubuh Laila normal. Kami memberikan cairan infus dan obat serta melakukan pemantauan setiap dua jam,” ujar Supartono, Sabtu (22/11/2025).

Pada malam sebelum kematian, Laila masih terlihat makan, minum, dan menyusu seperti biasa hingga pukul 22.00 WIB. Namun, sekitar pukul 00.30 WIB, gajah muda ini terdengar menjerit.

Meski demikian, Laila masih berdiri dan bergerak aktif. Sekitar pukul 01.00 WIB, Laila kembali menjerit dan sempat berbaring. Setelah diberikan penanganan, ia kembali bangun, minum, dan menyusu dari induknya.

“Pukul 05.00 WIB, Laila sempat bersuara lagi, tetapi sekitar pukul 05.30 WIB, Laila ditemukan dalam keadaan terbaring dan dinyatakan sudah mati,” kata Supartono.

Untuk memastikan penyebab kematian, tim dokter hewan BBKSDA Riau telah melakukan nekropsi guna memeriksa perubahan pada organ vital Laila. Jaringan sampel dikirim ke laboratorium untuk diuji.*

Terbaru
inhu
Polsek Batang Cenaku Amankan Lima Tersangka Narkoba
Senin, 13 Juli 2026 | 20:39:32 WIB
pekanbaru
Plt Gubri Lepas Dua Capaska Menuju Istana Negara
Senin, 13 Juli 2026 | 20:34:26 WIB
nasional
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah 3T
Senin, 13 Juli 2026 | 20:16:32 WIB
pekanbaru
Hari Ini, Cuaca Riau Cerah Berawan
Senin, 13 Juli 2026 | 08:00:00 WIB
Artikel Popular
politik
Legislator Dorong Meranti Masuk RUU Daerah...
Kamis, 9 Juli 2026 | 20:30:06 WIB
hukum
Nasional
Layanan BPJS Kesehatan Jangkau Penduduk Daerah...
Senin, 13 Juli 2026 | 20:16:32 WIB