|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Setelah sempat melambung hingga menembus Rp120.000 per kilogram, harga cabai di Riau akhirnya turun dan kembali ke level yang lebih wajar. Penurunan memberi kelegaan bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil yang sempat terpukul akibat mahalnya bumbu dapur utama tersebut.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, mengatakan penurunan harga cabai merupakan hasil dari langkah intervensi pemerintah daerah yang dilakukan secara terpadu bersama berbagai pihak. Salah satu kunci utamanya adalah koordinasi lintas daerah untuk memastikan kelancaran distribusi.
"Kita tahu Sumatera Utara dan Sumatera Barat sebagai penghasil cabai sempat terkendala distribusi. Karena itu, kita mengambil langkah agar pihak terkait berkoordinasi dan berkolaborasi dengan daerah penghasil cabai di Jawa. Alhamdulillah, harga mulai menurun," ujar Syahrial Abdi di Balai Pauh Jangi, Pekanbaru, Kamis (18/12/2025).
Menurut Syahrial, upaya pemerintah tidak hanya berhenti pada koordinasi antarwilayah. Pemprov Riau juga mendorong Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk aktif mencari sentra-sentra produksi pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
"BUMD dan OPD kita minta mencari spot-spot penghasil komoditas dengan harga yang lebih murah. Di sisi lain, gerakan pangan murah dan kegiatan serupa tetap kita jalankan untuk menekan gejolak harga," jelasnya.
Meski inflasi Riau menunjukkan tren membaik, Syahrial mengingatkan seluruh pihak, termasuk pedagang, agar menjaga stabilitas harga dan tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah situasi yang sensitif.
"Layaknya pasar, memang ada dinamika. Tapi kita berharap pedagang mengambil keuntungan sewajarnya, apalagi menjelang periode rawan inflasi dan meningkatnya kebutuhan rumah tangga," tambahnya.
Pantauan di Pasar Cik Puan Pekanbaru, menunjukkan harga cabai merah kini berada di kisaran Rp55.000 per kilogram. Harga tersebut tercatat mulai turun sejak Minggu (14/12/2025), seiring membaiknya pasokan dari daerah sentra produksi.
Dengan harga yang kembali terkendali, pemerintah dan masyarakat berharap stabilitas pangan di Riau terus terjaga, sehingga gejolak harga kebutuhan pokok tidak kembali membebani warga.*