Jan 2026
11

POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR
Sepanjang 2025, Kejahatan di Riau Turun dan Lingkungan Jadi Prioritas
hukum | Minggu, 28 Desember 2025 | 22:57:00 WIB
Editor : Linda | Penulis : Linda N

PEKANBARU — Kepolisian Daerah (Polda) Riau menutup tahun 2025 dengan capaian kinerja positif. Stabilitas keamanan terjaga, angka kriminalitas menurun, penyelesaian perkara meningkat,.

Selain itu, pendekatan penegakan hukum berbasis keberlanjutan lingkungan melalui konsep Green Policing semakin diperkuat.

Capaian tersebut disampaikan langsung Kapolda Riau, Irjen Pol. Herry Heryawan, dalam rilis akhir tahun yang digelar di Mapolda Riau, Minggu (28/12/2025).

Baca :

“Sepanjang 2025 kami tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan, pemulihan, dan keterlibatan masyarakat. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh elemen,” ujarnya didampingi Wakapolda Riau Brigjen Adrianto Jossi Kusumi dan Irwada Kombrs Pol Kombes Prabowo Santoso dan pejabat utama (PJU).

Sepanjang 2025, jumlah tindak pidana di wilayah hukum Polda Riau tercatat sebanyak 11.651 perkara, menurun 2.548 perkara atau 17 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 14.199 perkara.

Di sisi lain, tingkat penyelesaian perkara justru meningkat signifikan. Dari total perkara yang ditangani, 9.398 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan. Angka ini naik dari capaian tahun sebelumnya yang berada di kisaran 70 persen.

“Penurunan kejahatan dan peningkatan penyelesaian perkara mencerminkan konsistensi kerja personel serta kepercayaan publik yang terus kami jaga,” tegas Irjen Herry.

Perang Terhadap Narkoba

Dalam pemberantasan narkotika, Polda Riau mencatat 2.487 perkara narkoba sepanjang 2025 dengan 3.618 tersangka diamankan. Total nilai barang bukti yang disita mencapai sekitar Rp 892,8 miliar, yang diperkirakan telah menyelamatkan lebih dari 4,5 juta jiwa dari ancaman narkoba.

Barang bukti tersebut meliputi 808,88 kilogram sabu, 258.565 butir ekstasi, 76,39 kilogram ganja, serta heroin dan ketamin.

“Ini bukan sekadar angka. Di balik setiap pengungkapan ada generasi yang kita selamatkan,” kata Irjrn Herry.

Selain itu, Polda Riau juga berhasil mengungkap Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) jaringan narkotika internasional dengan estimasi aset mencapai Rp 15,26 miliar.

Di bidang tindak pidana korupsi, sepanjang 2025 Polda Riau menangani 22 perkara, dengan 18 perkara atau 81 persen berhasil diselesaikan.

Nilai asset recovery menunjukkan peningkatan signifikan. Dari total kerugian negara sebesar Rp 23,47 miliar, Polda Riau berhasil memulihkan aset senilai Rp 16,67 miliar atau 71 persen, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

“Penegakan hukum korupsi harus berdampak nyata, tidak hanya menghukum pelaku, tetapi juga mengembalikan kerugian negara,” tutur pria yang akrab disapa Herimen.

Green Policing dan Penanganan Kejahatan Lingkungan

Tahun 2025 menjadi momentum penguatan Green Policing seiring tingginya kompleksitas kejahatan lingkungan di Riau. Sepanjang tahun ini, Polda Riau menangani 148 perkara kejahatan sumber daya alam dan ekosistem, meliputi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), illegal logging, illegal mining, kehutanan, migas, hingga karantina.

Khusus karhutla, tercatat 61 perkara dengan 70 tersangka, disertai upaya mitigasi masif berupa lebih dari 1,2 juta patroli, pembangunan 904 sekat kanal, 953 embung, 214 menara pantau, serta pemasangan 242 plang peringatan karhutla.

“Green Policing adalah jalan tengah antara penegakan hukum dan keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.

Penertiban PETI Disertai Pemulihan Ekosistem

Penertiban Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) menjadi salah satu prioritas strategis. Sepanjang Januari–Desember 2025, Polda Riau mengungkap 17 perkara PETI dengan 35 tersangka.

Selain penindakan, dilakukan 136 kegiatan pemusnahan, meliputi 772 rakit tambang, 1 box pengolahan, dan 1 camp pekerja.

Pendekatan yang digunakan tidak semata represif. Polda Riau mengedepankan edukasi, kampanye lingkungan, kolaborasi tokoh adat dan agama, pemasangan 10 plang PETI di Sungai Kuantan, serta pembentukan Dubalang Batang Kuantan yang melibatkan 1.000 pemuda.

Penindakan TPPO

Dalam penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Polda Riau mencatat 20 perkara sepanjang 2025 dengan 21 perkara berhasil diselesaikan. Sebanyak 34 tersangka diamankan dan 185 korban berhasil diidentifikasi serta dilindungi.

Modus dominan pada 2025 adalah PMI/PRT. Penanganan dilakukan secara terintegrasi mulai dari penyelidikan hingga pendampingan korban.

“TPPO adalah kejahatan kemanusiaan. Fokus kami menyelamatkan korban dan memutus jaringan,” ujar Irjen Herry.

Penindalan Lalu Lintas

Sepanjang 2025, pelanggaran lalu lintas tercatat 190.767 perkara. Kecelakaan lalu lintas mencapai 2.454 perkara, meningkat 17 persen. Namun, jumlah korban meninggal dunia menurun dari 557 orang pada 2024 menjadi 550 orang.

Upaya edukasi dilakukan melalui program Police Go to School, Safety Riding & Driving, hingga penyelenggaraan Drag Bike sebagai sarana pembinaan dan pencegahan balap liar.

Penanganan Konflik Sosial dan Bencana

Polda Riau mencatat 50 potensi konflik sosial, mayoritas terkait persoalan agraria. Penanganan dilakukan melalui dialog, mediasi, dan pendekatan humanis.

Dalam penanganan bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Polda Riau mengirimkan 290 personel, termasuk 42 psikolog, serta ribuan peralatan dan logistik pemulihan.

Program Presisi: RAGA, RADAR, dan JALUR.

Sejumlah program unggulan dijalankan untuk memperkuat kehadiran Polri, antara lain:

RAGA (Riau Anti Geng dan Anarkisme): 13.318 kegiatan, 7 kasus diungkap, 12 tersangka diamankan.

RADAR (Riau Damai Anti Cyber Crime): 160 pengaduan via WhatsApp, 604 laporan patroli siber, dengan tingkat kepercayaan publik 72,7 persen.

JALUR (Jelajah Riau untuk Rakyat): 2.191 kegiatan yang menjangkau 4.659 warga pesisir dan perairan.

Selain itu, program Satkamling Hijau diperkuat untuk mendorong keamanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Irjen Herry menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel, masyarakat, Forkopimda, dan media atas dukungan selama 2025.

“Semua capaian ini adalah kerja kolektif. Kami berkomitmen melindungi tuah dan menjaga marwah Riau. Jika kita menjaga alam, maka alam akan menjaga kita,” pungkasnya. *

Terbaru
sportainment
Piala FA, Man City Pesta 10 Gol ke Gawang Exeter City
Minggu, 11 Januari 2026 | 07:50:00 WIB
bengkalis
SDN 2 Bantan Gelar Sosialisasi Sekolah Adiwiyata di SMPN 5
Sabtu, 10 Januari 2026 | 20:32:39 WIB
dunia
Israel Rutin Bunuh Anak-anak Gaza dan Langgar Gencatan Senjata
Sabtu, 10 Januari 2026 | 14:04:55 WIB
etalase
Kampus Berdampak: FMIPA UNRI Wujudkan SDGs Melalui Kukerta 2026
Jumat, 9 Januari 2026 | 17:12:03 WIB
potensa
Liburan Natal dan Tahun Baru 2026, Trafik Data XLSMART Naik
Jumat, 9 Januari 2026 | 10:53:27 WIB
etalase
Tutup Buku Tahun 2025, Dana Tabungan BRK Syariah Tumbuh 7 Persen
Jumat, 9 Januari 2026 | 08:15:19 WIB
华 闻
PSMTI Riau Bantu Korban Bencana di Solok...
Selasa, 30 Desember 2025 | 01:17:57 WIB
Aklamasi, Zainal Arif Terpilih Jadi Ketua PSMTI...
Senin, 29 Desember 2025 | 14:12:33 WIB
Artikel Popular
1
2
3
politik
Pilkada Tak Langsung Jadi Ancaman Demokrasi...
Kamis, 8 Januari 2026 | 20:27:09 WIB
hukum