|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - Sektor kuliner menjadi salah satu pilar ekonomi daerah yang paling tangguh dan inklusif. Selain mampu bertahan di berbagai situasi ekonomi, terbukti menjadi motor utama penyerapan tenaga kerja dalam skala besar.
Sekretaris Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Riau, Roni Indrakusuma, menyebutkan ekonomi kreatif, khususnya kuliner dan UMKM telah menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah dalam beberapa tahun terakhir.
"UMKM kuliner tidak hanya menopang ekonomi lokal, tetapi juga membuka lapangan kerja secara masif dan berkelanjutan," ujar Roni, Selasa (30/12/2025).
Untuk memperkuat daya saing, Pemerintah Provinsi Riau berkomitmen mendorong pelaku kuliner lokal agar mampu naik kelas melalui berbagai intervensi strategis. Upaya tersebut meliputi peningkatan kualitas produk, standardisasi kemasan, percepatan sertifikasi halal, hingga pembukaan akses pasar ke tingkat nasional dan internasional.
"Langkah ini diambil guna memastikan kuliner khas Riau tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi juga mampu bersaing di pasar global dengan tetap mempertahankan cita rasa dan identitas budaya," bebernya.
Lebih dari sekadar penguatan ekonomi, Roni menilai kegiatan seperti Pekan Rasa Asia dan Nusantara juga berperan sebagai diplomasi budaya. Pertemuan lintas negara melalui kuliner diyakini mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
"Diplomasi rasa ini membuka pintu kolaborasi, tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga pariwisata, pendidikan, hingga kebudayaan," jelasnya.
Selain itu, Roni juga berpesan kepada generasi muda Riau agar memandang kuliner sebagai warisan sekaligus peluang masa depan.
Ia berharap kreativitas anak muda mampu mentransformasikan tradisi kuliner daerah menjadi kekuatan ekonomi baru tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur.*