|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU – Aktivitas penerbangan dan pergerakan penumpang di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 menunjukkan tren peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Posko Nataru Bandara SSK II Pekanbaru, Adith Prasetyo Hardita, menyebutkan bahwa secara kumulatif hingga Senin, 29 Desember 2025, terjadi peningkatan sebesar 9 persen dibandingkan tahun 2024.
Jika dibandingkan dengan tahun 2019 sebagai periode sebelum pandemi, kinerja penerbangan Bandara SSK II saat ini telah mencapai sekitar 72 persen, dengan target pemulihan (recovery) mendekati 80 persen.
“Pemilihan tahun 2019 sebagai pembanding karena merupakan periode dengan variasi trafik tertinggi sebelum pandemi. Saat ini kita tinggal beberapa persen lagi untuk mencapai kondisi tersebut,” ujar Adith saat rilis akhir 2025 di Bandara SSK II, Selasa (30/12/2025).
Dari sisi pergerakan penumpang, total akumulatif penumpang sejak awal periode hingga 29 Desember 2025 tercatat lebih dari 146.860 orang, meningkat sekitar 4 persen dibandingkan tahun 2020.
Pada hari biasa, Bandara SSK II melayani rata-rata 62 pergerakan penerbangan datang dan berangkat, sementara pada puncak arus Nataru jumlah tersebut meningkat hingga 73 penerbangan, menjadi angka tertinggi sepanjang periode tersebut.
Menurut Adith, momentum Nataru menjadi peluang positif bagi pertumbuhan penumpang dan pengembangan konektivitas wilayah, khususnya bagi masyarakat Pekanbaru yang bepergian ke Kalimantan dan Sulawesi.
“Ini momen yang sangat baik. Kami berharap pertumbuhan penumpang tidak hanya terjadi saat Nataru, tetapi juga berlanjut pada hari-hari biasa,” ujarnya.
Rute Jakarta Paling Padat, Kuala Lumpur Favorit
General Manager Bandara Internasional SSK II Pekanbaru, Achmad, menjelaskan, saat ini Bandara SSK II melayani 41 rute penerbangan, dengan rute domestik paling padat masih didominasi tujuan Jakarta (CGK). Sementara itu, untuk penerbangan internasional, tujuan Kuala Lumpur menjadi rute favorit.
Achmad menjelaskan bahwa perjalanan internasional ke Kuala Lumpur tidak hanya untuk wisata dan bisnis, tetapi juga banyak dimanfaatkan sebagai rute transit umrah. Sepanjang 1–29 Desember 2025, tercatat 191 penerbangan, dengan rata-rata 13 penerbangan per hari.
Penerbangan ekstra (extra flight) tercatat satu kali menuju Kuala Lumpur, dilayani oleh sejumlah maskapai seperti Batik Air, AirAsia, dan Lion Air.
“Tujuan internasional terbesar masih Kuala Lumpur. Selain wisata dan bisnis, banyak juga penumpang yang transit umrah melalui Kuala Lumpur,” jelasnya.
Memasuki tahun 2026, pengelola Bandara SSK II berharap adanya penambahan armada dan frekuensi penerbangan, termasuk dari maskapai nasional. Saat ini, Garuda Indonesia melayani tiga rute utama dari Pekanbaru, yakni Jakarta dan Surabaya.
Selain itu, Citilink direncanakan akan menambah satu penerbangan mulai Januari 2026. Jumlah penumpang harian yang saat ini berkisar 8.000 orang berpotensi meningkat hingga 10.000 orang seiring bertambahnya frekuensi penerbangan.
“Keterbatasan armada maskapai masih menjadi tantangan. Namun kami terus mendorong maskapai untuk membuka peluang penambahan rute dan frekuensi,” katanya.
Selain Kuala Lumpur dan Singapura, Bandara SSK II juga melihat peluang pembukaan rute internasional baru, khususnya ke Thailand. Berdasarkan survei dan data konektivitas, permintaan masyarakat Riau untuk penerbangan ke Thailand dinilai cukup tinggi.
“Potensi ke Thailand cukup besar. Kami mendorong maskapai agar dapat mempertimbangkan pembukaan rute, meskipun keputusan akhir tetap berada di pihak maskapai,” ujar Achmad.
Terkait pergerakan wisatawan, sekitar 85 persen penumpang internasional merupakan warga negara Indonesia, sementara wisatawan asing didominasi warga Malaysia sekitar 45 persen, disusul negara lain dengan persentase kecil. *