|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus mempercepat penanganan ruas Jalan Padang - Bukittinggi via Lembah Anai yang terdampak banjir dan longsor. Dari total sekitar 5,8 kilometer area terdampak di 15 titik, penanganan prioritas tahap ini difokuskan pada segmen kritis dengan panjang efektif sekitar 800 meter.
Saat ini, HKI telah memulai penanganan permanen menggunakan metode borepile dengan sistem soldier pile di KM 63+500 dan KM 65+200. Metode serupa juga direncanakan akan diterapkan di KM 62+700 serta titik-titik rawan lainnya di sepanjang Jalur Lembah Anai.
Sekretaris Perusahaan HKI, Philadelphia H.H.P, menjelaskan bahwa pemilihan sistem borepile dengan soldier pile didasarkan pada pertimbangan teknis jangka panjang. Struktur ini dinilai mampu memberikan stabilitas optimal pada kondisi tanah berbatu, minim getaran, serta tidak mengganggu keseimbangan lingkungan sekitar.
"Penanganan permanen sudah mulai kami laksanakan dan ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026. Sementara itu, pascabencana hingga hari ini kami telah melakukan perbaikan oprit, normalisasi aliran sungai, serta perbaikan struktur jalan," ujar Philadelphia, Kamis (1/1/2026).
Guna mempercepat pekerjaan di lapangan, HKI menambah jumlah alat borepile dari rencana awal 5 unit menjadi 8 unit. Hingga Selasa (30/12/2025), sebanyak 3 unit telah beroperasi, sementara unit lainnya akan didatangkan secara bertahap selama masa pekerjaan berlangsung.
Pada area sekitar Jembatan Margayasa, HKI juga melakukan perkuatan struktural tambahan. Selain pembersihan material sisa longsoran, dilakukan perbaikan oprit di sisi abutment jembatan. Tahapan pekerjaan meliputi pembentukan matras menggunakan jumbo bag dan timbunan sirtu, sebelum dilanjutkan dengan penanganan permanen menggunakan soldier pile. Langkah ini bertujuan memperkuat badan jalan dari potensi gerusan sungai sekaligus menjaga stabilitas jalan di kawasan tersebut.
Selama proses penanganan berlangsung, HKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait dalam pengaturan lalu lintas. Upaya yang dilakukan meliputi pemasangan rambu peringatan, sistem buka-tutup jalur pada jam tertentu, serta penempatan petugas di lapangan guna memastikan kendaraan dapat melintas dengan aman.
Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.
Selain itu, sejumlah warga yang melintasi Jalur Padang–Bukittinggi via Lembah Anai menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan bertahap yang dilakukan HKI. Pasalnya, Jalur Lembah Anai merupakan akses nasional vital yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, serta menjadi urat nadi mobilitas masyarakat Sumatra Barat.
HKI juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat atas dukungan serta kerja sama selama proses penanganan berlangsung.
"Kami memohon doa dan dukungan masyarakat agar pekerjaan di Lembah Anai berjalan lancar, sehingga mobilitas masyarakat Sumatra Barat dapat segera kembali normal," tutup Philadelphia.*