|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU - PT Hutama Karya (Persero) akan memberlakukan pengaturan lalu lintas berupa pengalihan jalur sementara (detour) di Jalan Ruas Simpang Palas–Batas Kota Pekanbaru KM 17+500. Pengalihan dilakukan seiring kelanjutan pekerjaan Jembatan Overpass STA 203+279 pada Proyek Tol Lingkar Pekanbaru yang menghubungkan Pekanbaru dengan Minas.
Pengaturan lalu lintas tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berupa uji coba pengalihan jalur pada 6–7 Januari 2026. Selanjutnya, pengalihan penuh dari jalan eksisting ke jalur detour akan diberlakukan mulai 8 Januari hingga 18 September 2026.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah mitigasi untuk menjamin keselamatan pengguna jalan sekaligus menjaga kelancaran proses konstruksi di lapangan.
"Pengaturan lalu lintas ini kami lakukan agar aktivitas pengguna jalan tetap aman dan terkendali selama pekerjaan overpass berlangsung," ujar Mardiansyah.
Ia menambahkan, dalam pelaksanaannya Hutama Karya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, antara lain Badan Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Riau Kementerian Perhubungan, Ditlantas Polda Riau, Satlantas Polres Kampar, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Kementerian Pekerjaan Umum, serta Dinas Perhubungan Provinsi Riau.
Mardiansyah menyampaikan, jalur detour disiapkan di sisi jalan eksisting dan akan dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, penerangan, serta perangkat keselamatan lainnya. Selain itu, petugas pengatur lalu lintas akan disiagakan di sejumlah titik krusial untuk meminimalkan potensi gangguan arus kendaraan.
"Hutama Karya juga melakukan sosialisasi pengalihan jalur melalui berbagai kanal komunikasi agar informasi ini dapat diketahui masyarakat lebih awal," katanya.
Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk tetap berhati-hati, mematuhi rambu dan arahan petugas selama masa pengalihan berlangsung, serta mengatur waktu perjalanan guna menghindari potensi keterlambatan.*