|
METRORIAU.COM
|
![]() |
|
||
| POPULAR YOUTUBE PILIHAN EDITOR | ||||

PEKANBARU — Keceriaan terpancar dari wajah polos para siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Pekanbaru saat Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (8/1/2026).
Irjen Pol Herry Heryawan hadir bersama Direktur Pemantau dan Pengawas Wilayah I Badan Gizi Nasional (BGN) Harjito serta Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi.
Rombongan langsung meninjau salah satu ruang kelas untuk menyaksikan proses pembagian makanan bergizi kepada para siswa. Kapolda Riau tampak ikut membagikan paket MBG kepada siswa.
“Silakan dimakan, ya. Jangan lupa berdoa dulu,” ujar Irjen Herry yang disambut antusias para siswa.
Usai berdoa, para siswa dengan lahap menyantap hidangan yang disajikan. Menu MBG kali ini terdiri atas ayam gulai, sayur, dan buah.
“Enak,” ujar seorang siswi sambil tersenyum setelah membuka tutup ompreng dan mencicipi makanannya.
Irjen Herry menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Program MBG yang telah diresmikan secara nasional pada 6 Januari 2025. Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud komitmen bersama untuk memastikan program berjalan optimal di lapangan.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk insan media, yang selama ini turut mendukung sosialisasi sekaligus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
“Masukan yang bersifat konstruktif sangat kami harapkan demi perbaikan ke depan,” ujar Irjen Herry.
Lebih lanjut, Irjen Herry menjelaskan bahwa terdapat lima kategori penerima manfaat tambahan, yakni tenaga pendidik, guru, penyandang disabilitas, lansia, serta anak-anak jalanan.
Di Provinsi Riau, atas arahan Kapolri, Polda Riau telah membangun 15 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan akan menambah tiga unit lagi. Dengan demikian, total SPPG yang tersedia menjadi 18 unit, dengan jumlah penerima manfaat mencapai sekitar 67 ribu siswa.
Ia juga menyampaikan pesan Presiden Republik Indonesia yang menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi negara untuk masa depan generasi muda.
Program ini diharapkan dapat memastikan anak-anak Indonesia memperoleh gizi seimbang sehingga memiliki kesempatan yang sama dalam meraih cita-cita, menuju terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi selaku Ketua Satuan Tugas MBG Provinsi Riau menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan koordinasi dengan seluruh sekretaris daerah kabupaten dan kota sebagai Satgas MBG di wilayah masing-masing.
“Selain terus memperbaiki layanan, kami juga mengoordinasikan kesiapan sekolah. Hari ini kita melihat sekolah telah menyiapkan fasilitas cuci tangan, dan anak-anak mulai terbiasa membawa sendok makan serta tumbler sendiri. Artinya, pesan pola hidup bersih dan sehat sudah mulai tersampaikan,” ungkap Syahrial.
Ia menambahkan, pendataan penerima manfaat tambahan harus dilakukan secara akurat. Oleh karena itu, peran media dan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan dalam menyampaikan informasi serta melakukan konfirmasi data secara berkelanjutan.
“Program ini adalah program untuk masa depan anak-anak kita dan masa depan bangsa. Sinergi seluruh pihak harus terus dijaga agar pelaksanaannya semakin baik,” tutupnya.*